Calon Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan

PEKANBARU (HR)- Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, menyampaikan selamat jalan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Riau yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke tanah suci.

“Selamat jalan kepada jemaah haji asal Riau, baik yang reguler maupun plus,” ungkap pria yang akrab disapa Andi Rachman, Senin (23/7).

Karena itu, Gubernur Riau berharap jemaah tetap menjaga keselamatan dan kesehatan selama berada di tanah suci. Karena informasinya kondisi cuaca di Madina dan Mekkah cukup panas.

Loading...

“Saat terakhir saya hari raya Idul Fitri di sana, cuaca di Mekkah itu diangka 42-45 derajat celcius. Sekarang kabarnya sudah mencapai 50 derajat celcius lebih,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, gubernur Riau berpesan agar jemaah memperbanyak minum air putih. Kemudian bagu CJH yang belum berangkat agar dapat membawa payung, handuk kecil dan jangan lupa bawa kopiah untuk pelindung kepala.

“Bagi jemaah yang perlu obat-obatan khusus jangan lupa dibawa saat berangkat menunaikan ibadah haji. Sekali lagi saya sampaikan selamat jalan, semoga saat kembali ke tanah air menjadi haji mabrur,” tukasnya.

Sosialisasi barang bawaan Jemaah haji yang diizinkan masuk ke Arab Saudi perlu ditingkatkan. Melihat banyaknya pembongkaran koper Jemaah haji yang diduga membawa barang-barang terlarang, baik jumlahnya maupun wujudnya, Jemaah haji harus lebih berhati-hati.

Seperti kejadian pada Sabtu (22/7) sore dan malam saat beberapa koper Jemaah haji terpaksa dibongkar dan dikeluarkan satu per satu barang bawaannya. Jemaah asal Embakrasi Surabaya (SUB) kedapatan membawa rokok beberapa slop. Ada pula Jemaah lainnya asal embarkasi yang sama ditemukan obat pengendali kehamilan yang biasa disebut dengan pil KB dalam jumlah banyak.

Kejadian agak unik juga terjadi pada Sabtu (22/7) malam, saat koper Jemaah yang dibongkar ternyata berisi ikan teri. “Awalnya kami juga tidak tahu isinya apa karena dingkus sangat rapi berlapis plastik dan diberikan taburan kopi di dalamnya,” kata petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Airport yang enggan disebutkan namanya.

Menurut petugas Linjam tersebut, sebenarnya ada sedikitnya dua gulungan palastik lumayan besar yang ada di koper Jemaah. Namun petugas bea cukai yang berjaga di pemindaian koper hanya membuka satu bungkus.

“Setelah kami berikan penjelasan bahwa isinya lauk yang disiapkan Jemaah haji mereka mau tahu dan tidak membongkar bungkusan yang satu lagi,” ujarnya.

Menanggapi kejadian itu, Arsyad Hidayat yang merupakan Kepala Daker Airport berpesan agar Jemaah haji mematuhi regulasi penerbangan internasional dan Arab Saudi.

“Kami himbau kepada Jemaah haji mematuhi regulasi yang ditetapkan, baik aturan penerbangan internasional maupun ketentuan di Arab Saudi. Bila ada titipan dari orang lain supaya ditanya betul apa dan berapa barang yang dititipkan,” kata Arsyad di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, Minggu (22/7).

Tentu ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi Jemaah haji. Mereka sudah seharusnya membawa barang yang diizinkan oleh pemerintah Saudi. Bagi perokok hanya diperbolehkan membawa paling banyak 200 batang rokok. Obat-obatan yang dibawa harus disertai rekomendasi dokter dan jumlahnya harus wajar. Meskipun lolos dari pemeriksaan x-ray di tanah air belum tentu mulus saat melalui x-ray bandara tanah suci. (ckc, kem)