Kenaikan Daging Ayam dan Jengkol Riau Inflasi 0,31 Persen

PEKANBARU (HR) – Dikarenakan kenaikan harga pada beberapa komoditas, berdampak terhadap angka inflasi Riau pada Juli 2018. Tercatat angka inflasi di Juli sebesar 0,31 persen. Dari tiga kota yang dilakukan survei, tercatat angka inflasi tertinggi berada di Pekanbaru yakni 0,39 persen.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Aden Gultom kepada wartawan dalam rilis pertumbuhan ekonomi rutin bulanan, Rabu (1/8) di kantor BPS Riau. Dikatakannya, bahwa inflasi terbesar terjadi pada beberapa kelompok yakni mulai dari transportasi, makanan jadi, kesehatan, pendidikan, bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bahar.

“Jadi dari beberapa kelompok hampir seluruhnya mengalami inflasi, sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen,”ujar Aden.

Loading...

Dijelaskannya, bahwa di Sumatera, dari 23 kota yang dilakukan survei terdapat 18 kota mengalami inflasi. Dengan tertinggi di Bengkulu dengan share sebesar 0,87 persen, sedangkan terendah di Banda Aceh yakni 0,08 persen. Sementara itu, di Indonesia dari 82 kota, 68 mengalami deflasi dan sisanya inflasi.

Adapun komoditi yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi yakni, karena adanya kenaik harga pada beberapa komoditi makanan diantaranya, daging ayam, jengkol, rokok, telur ayam, nasi dengan lauk dan diikuti dengan tarif angkutan udara. Dimana kenaikan ini karena dipicu kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari sebelumnya 135,00 pada Juni 2018 menjadi 135,41 pada Juli 2018. (nie)