in ,

Soal Daerah Ikut Kelola Blok Rokan , Pertamina Kurangi Impor Minyak Dewan akan Tuntut Terus

PEKANBARU ,

Anggota Komisi IV DPRD Riau Markarius Anwar, menegaskan pihaknya akan terus menuntut agar Pertamina mengikutsertakan daerah dalam pengelolaan Blok Rokan.

Katanya, daerah masih berpeluang untuk ikut bersama-sama mengelola Blok Rokan dengan Pertamina. “Itu yang tuntutan kita juga. Itu tergantung pusat la nanti kan. Tapi itu akan kita tuntut terus,” ingat Politisi yang akrab disapa Eka itu, Kamis (2/8).

Menurutnya, sesuai ketentuan yang ada, daerah berhak atas kepemilikan atau Participating Interest (PI) 10 persen pada wilayah kerja minyak dan gas bumi. “Kita tuntut agar itu (PI 10 persen, red) segera direalisasikan setelah pengelolaannya di kita,” sebut Markarius.

Meski begitu, terkait pola pelibatan daerah dalam mengelola Blok Rokan itu belum dibicarakan dengan pihak Pertamina. Hal itu mengingat, penetapan perusahaan pelat merah itu mengelola Blok Rokan baru saja diputuskan.

“Karena Pertamina kan baru kemarin, keputusannya baru kemarin. Habis ini seharusnya ada komunikasi. Tapi tetap di Kementerian ESDM kuncinya. Tapi dari aturan yang ada, kita wajib mendapatkan itu (PI 10 persen,red). Tinggal menunggu keseriusan kita mengurusnya. Jangan kita terlambat, sementara daerah-daerah lain sudah mendapatkan itu,” lanjut Eka.

Adapun pola kerjasama antara Pertamina dengan daerah, sebut Eka, adalah berupa business to business. “Jadi BUMD kita di beberapa bahagian itu bisa bekerjasama dengan Pertamina. Mungkin nanti ada beberapa blok yang bisa kita ikut terlibat di sana,” terangnya.

Pola itu, menurutnya, harus berjalan. Pasalnya selama ini, Provinsi Riau kurang mendapatkan porsi yang sesuai dibandingkan produksi migas yang dikeruk. “Terus terang dengan pola yang ada sekarang artinya cukup merugikan kita. Karena sebagai besarnya itu untuk kepentingan nasional. Untuk bahagian Riau kurang terasa,” keluhnya.

Tidak hanya itu, Eka juga berharap ke depannya dapat diketahui berapa minyak yang diproduksi. Dengan begitu, dapat dipastikan berapa porsi untuk Provinsi Riau. “Kita di Riau ini tidak tahu tentang berapa sih minyak kita yang keluar. Selama ini kan kita berdasarkan laporan Chevron dan operator yang ada saja. Ke depan, kita mau Pemprov memasang meteran di sumur-sumur itu. Tak apa-apa kita investasi agak besar tapi kita bisa memastikan berapa minyak kita yang keluar,” pungkas Markarius Anwar.

Sementara, Ketua DPRD Riau, Septina Primawati, mengapresiasi keputusan pemerintah memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, termasuk terkait teknis pengelolaannya.

“Saya kira sudah waktunya pengelolaan dipercayakan dan diberikan kepada PT Pertamina. Terlepas setelah itu apakah Pertamina akan melakukan kerjasama dengan pihak lain atau tidak, hal itu tergantung kebutuhan dalam pengelolaannya nanti,” ungkap Septina, Kamis (2/8).

Meski begitu, Politisi wanita Partai Golongan Karya (Golkar) itu berharap Pertamina melibatkan pemerintah daerah (Pemda) Riau dalam pengelolaannya. Hal itu mengingat lokasi Blok Rokan berada di Provinsi Riau.

“Tentu saya berharap pengelolaannya melibatkan daerah secara proporsional sesuai dengan semangat otonomi daerah yang sudah menjadi komitmen kita bersama,” lanjut Legislator asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu.

“Dan yang paling terpenting lagi adalah semoga keputusan pemerintah ini membawa kemaslahatan yang sebesar-besarnya bagi Riau,” sambungnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Riau (UR) Edyanus Herman Halim mengatakan, dengan terpilihnya Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan harus dimanfaatkan oleh BUMD di Riau untuk terlibat dalam pengelolaan ladang minyak tersebut.

“Ada baiknya juga Pertamina melibatkan perusahaan daerah. Sehingga perusahaan daerah memiliki pengalaman dan pembelajaran untuk mengelola minyak ke depan. Kan sayang perusahaan daerah tidak diberi kesempatan untuk mengelola sumber dayanya sendiri,” kata Edyanus.

Menurutnya, untuk memulainya, BUMD Riau harus mampu menunjukkam bahwa daerah sudah siap untuk andil dalam pengelolaan ladang minyak.

“BUMD harus mampu menampilkan kinerja yang positif, karena blok Rokan itu besar. Dan investasi untuk itu juga besar. Jadi jangan hanya ingin saja, tapi juga mampu menampilkan kalau di tangan BUMD itu pengelolaan sumber daya alam akan efisien dan efektif,” cakap Edyanus lagi.

Sejauh ini sudah ada bukti bahwa daerah juga mampu. Pertamina sudah punya pengalaman dengan PT BSP.

“Semoga dapat dikelola secara efisien, hasilnya bisa dimafaatkan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia di Riau ini. Jadi jangan sia-siakan aset dan sumber daya yang masih ada di daerah kita sendiri,” cakapnya.

Kurangi Impor

Di sisi lain, pihaknya PT Pertamina (Persero) akan mengurangi impor minyak mentah sekitar 100 ribu barel per hari, seiring keberhasilan perusahaan mendapatkan hak pengelolaan Blok Rokan di Riau, mulai 2021. Saat ini Pertamina mengimpor minyak mentah mencapai 400 ribu barel per hari.

Senior Vice President ?Strategi dan Pengembangan Pertamina Daniel Syahputra Purba mengatakan, dari sekitar 200 ribu barel produksi minyak mentah Blok Rokan per hari, Pertamina akan mendapat jatah 100 ribu barel per hari. Sedangkan produksi sisanya, menjadi bagian pemerintah.

“Kan kalau Pertamina 100 persen semua masuk ke dalam negeri. Sekarang produksi kan 200 ribu barel per hari dari produksi itu dari 200 kan government entitlement setengahnya,” kata Daniel, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (2/8).

Menurut Daniel, 100 ribu barel per hari minyak mentah yang didapat dari Blok Rokan, akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan begitu, impor minyak mentah Pertamina yang saat ini sekitar 400 ribu barel per hari akan berkurang menjadi 300 ribu barel per hari.

“Berarti tambahan dari 200 ribu kan 100 ribu barel per hari ya bagian Pertamina, ya impor crude akan berkurang 100 ribu,” tutur dia.

Daniel mengungkapkan, minyak mentah dari Blok Rokan akan diolah pada fasilitas pengolahan minyak (minyak) Pertamina. Pengurangan impor minyak mentah akan meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Sekarang kita impor 400 ribu berkurang 100 ribu kan lumayan banget kan, dan juga security supply,” dia menandaskan.(dod, ckc, lp6)

Comments

Api Obor Asian Games 2018 Bertolak ke Sumbar

Syukuran HUT ke-18 Haluan Riau