Pasca-gempa Lombok Sebut 6.000 Wisatawan Asing Dievakuasi

Sejumlah bangunan rumah rusak akibat gempa di desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

PALEMBANG (HR)- Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan, sebanyak 6.000 wisatawan asing dievakuasi dari lokasi gempa di Lombok, Nusa Tengga Barat (NTB), yang terjadi pada Minggu (5/8 kemarin.

Dijelaskan Arif, awalnya dari data yang masuk di Kemenpar, jumlah para wisatawan asing yang berada di Lombok sebanyak 1.000 orang. Namun setelah didata secara menyeluruh, jumlah itu kembali bertambah hingga mencapai 6.000 wisatawan asing.

“Awalnya data yang masuk itu hanya di Pulau Gili Terawangan. Ternyata ada tiga pulau yang sedang dikunjungi para wisatawan asing. Totalnya mencapai 6.000 dan semuanya sudah dievakuasi di tempat aman,” kata Yahya di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (8/8).

Loading...

Arif menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan dua tahap, pada hari pertama pasca-gempa, 3.000 wisatawan asing langsung dibawa.
“Kemudian, dilanjutkan pada Selasa sebanyak 3.000 wisatawan asing. Yang berhasil dievakuasi ini dialihkan banyak ke Bali, kemudian ke Jakarta dan ke Surabaya,” ujarnya.

Sebelumnya, bencana gempa dengan bermagnitudo 7,7 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018). Dari bencana tersebut diketahui sebanyak 108 korban meninggal dunia dan 134 orang mengalami luka-luka.