Riau Wilayah Stategis Kembangkan Pariwisata Unggulan

PEKANBARU (HR) – Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis nasional sebagai penyumbang devisa di Indonesia. Oleh sebab itu, dalam pembangunan pariwisata unggulan tentunya harus memperhatikan letak dan wilayah yang strategis. Hal ini dimiliki oleh Riau, yang berada dikawasan Asia Tenggara dan berdekatan langsung dengan negara luar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pokja Industri Pariwisata Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia Dony Oskaria dalam Seminar Literasi Pariwisata dan Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Unggulan di Daerah’ di Hotel Pengeran Pekanbaru, Rabu (8/8).

Dikatakan Doni, bahwa Riau merupakan salah satu daerah yang pariwisatanya patut untuk dikembangkan. Hal ini sudah menjadi pembahasan di tingkat nasional. Namun bagaimana bisa mencarikan strategi pengembangannya agar bisa lebih potensial dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Loading...

“Banyak faktor pendukung, namun utamanya adalah letak geografisnya yang dekat dengan negara luar, dengan mengadopsi konsep Malaysia dan Singapura. Selain itu, sektor industri pariwisata juga mampu menjadi penopang perekonomian, sebagaimana sektor migas dan pertanian, sehingga pengembangan mutlak diperlukan untuk mengantisipasi menurunnya kontribusi sektor migas,” ujar Doni.

Ada beberapa faktor yang menjadi perhatian KEIN sehingga Riau menjadi wilayah yang cocok untuk digelar seminar tentang pariwisata.

“Riau memiliki jumlah flight internasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sebelah Sumatera Barat. Kemudian kita juga melihat keberpihakan Fiskal untuk Riau juga tergolong kecil. Data tahun 2017, keberpihakan Fiskal di Riau hanya 0,06 persen,” paparnya.

Meski keberpihakan Fiskal sangat kecil, namun pariwisata Riau menjadi sektor penyerap tenaga kerja ketiga terbanyak di Riau.
“Karena faktor-faktor tersebutlah kami memutuskan untuk datang ke Riau untuk bertemu dengan otoritas terkait untuk sedikit berbagi bahwa sektor pariwisata tak kalah dari sektor andalan Riau yakni Pertambangan,”tegasnya.

Ditambahkannya, KEIN merupakan dewan penasehat presiden di bidang ekonomi dan industri yang bertanggung jawab langsung terhadap presiden. KEIN menganalisa dan mengidentifikasi masalah dan persoalan industri di berbagai daerah untuk kemudian langsung disampaikan kepada presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau terpilih Syamsuar, CEO Selasar Indonesia dan Tokoh digital Nasional Miftah Sabri, Pakar Pariwisata/Director Tourism Develpment Centre Andalas University Sari Lenggogini, dan Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari.