Mata Uang Turki Anjlok IHSG Anjlok 3,55 Persen

JAKARTA,

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah cukup dalam di akhir perdagangan awal pekan ini, Senin (13/8). Indeks memerah berbarengan dengan bursa-bursa lain di kawasan Asia. Selain itu, bursa-bursa utama di Eropa juga dibuka melemah.

Hal ini seiring dengan kekhawatiran pasar terkait dengan dampak longsornya mata uang lira Turki. Saham-saham perbankan menjadi kontributor utama pelemahan IHSG. Salah satunya adalah saham BBRI yang hari ini mencatatkan pelemahan hingga 7,37 persen.

Loading...

Sepanjang perdagangan, investor asing terus melepas portofolio saham mereka, hingga mencatatkan net sell. Pukul 16.00 IHSG ditutup turun sebesar 3,55 persen atau 215,93 poin di posisi 5861,25. Sebanyak 52 saham diperdagangkan menguat, 366 saham melemah dan 88 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 8,93 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,9 triliun. Investor asing mencatatkan net sell di seluruh pasar mencapai Rp 646,88 miliar dan di pasar reguler Rp 83637 miliar.

Saham-saham yang menyumbang pelemahan indeks pada hari ini mencakup BBRI (-7,37 persen) di posisi RP 3.140 7,37, BBCA (02,3 persen) di Rp 23.325, TLKM (3,71 persen) menjadi Rp 3.370. Lainnya adalah BMRI (5,78 persen) di Rp 6.925, BBNI (-7,21 persen) ke level Rp 7.400, TKIM (6,19 persen) menjadi Rp 14.775 dan PGAS (6,95 persen) ke Rp 1.805.

Seluruh indeks sektoral mencatatkan pelemahan, di mana sektor pertambangan dan keuangan tercatat melemah paling dalam. Indeks-indeks sektoral tersebut yakni perdagangan (-1,99 persen), industri dasar (-4,03 persen), properti (-2,81 persen), konsumer (-2,93 persen), pertambangan (-4,98 persen), agribisnis (-2,8 persen), manufaktur (-3,38 persen), aneka industri (-3,91 persen), keuangan (-4,16 persen), dan infrastruktur (-3,62 persen).

Adapun nilai tukar rupiah di pasar spot pada hari ini tercatat melemah. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 14.608 per dollar AS. (kpc/nie)