Seorang JCH Asal Kuansing Wafat di Tanah Suci Mekah

MEKKAH,

Innalillaahi wainna ilahi raji’uun, telah berpulang satu Jamaah Haji Riau asal Kabupaten Bengkalis, Nizar Muhammad dari kloter 09 BTH di tanah suci Mekkah, Minggu (12/6).

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Abdul Wahid, membenarkan jamaah haji asal Kuansing meninggal dunia karena sakit. Almarhum meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), An Nur, Mekkah, pukul 18.00 WAS. “Ya, jamaah kita ada yang meninggal, karena sakit. Dan sempat dirawat di RSAD An Nur, beberapa hari. Almarhum berusia 55 tahun,” ujar Abdul Wahid, Senin (13/8).

Loading...

“Untuk pemakaman sudah diurus oleh pihak haji kita di Mekkah. Keluarga mereka di Sei Jering sudah mengetahui, bahkan Kemenag Kuansing juga datang langsung ke rumah duka di Kuansing,” tambahnya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai berapa banyak jamaah haji Riau yang sakit dan berada di RSAS, ataupun di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah. Wahid belum bisa memastikan, namun JCH yang sakit tetap ada. “Ada tapi berapa ya belum pasti, dan tidak begitu banyak. Kalau yang meninggal hanya satu, Insya Allah JCH yang lain sehat hingga puncak haji pada pekan depan,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Haji Kanwil Kemenag Pekanbaru, Defizon terkait dengan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Pekanbaru yang kecelakaan di tabrak Taxi di Mekah, menginformasikan kedua JCH Kloter 16 telah pulang ke hotel dan bergabung kembali dengan jamaah lainnya. Kedua JCH ini merupakan suami istri, bernama Maskur Hamid dan Elmowati Jamaan.

“Alhamdulillah, Jemaah kita yang tadi kecelakaan sudah kembali ke hotel dan bergabung dengan jemaah lainnya. Mereka sudah dirawat di RS hanya sehari langsung bisa pulang, Suami luka lecet di kaki Istri terjadi patah tulang pada telapak kaki,” ungkap Defizon.

Sementara itu, petugas kesehatan haji Riau, Purnomo menjelaskan untuk JCH asal Inhu Rodiah yang dirawat di Madinah, dan terpisah dengan suaminya Raja Syamsiar, telah dipertemukan kembali di Mekah. Pasangan suami istri ini sempat terpisah selama lebih kurang 12 hari karena berbeda rumah sakit di Madinah. “Jadi setelah di operasi amputasi jari kaki bu Rodiah, beliau di rawat di RS Mikat. Dan setelah beberapa hari baru dibawa ke Mekah, barulah suami istri ini kita pertemukan,” jelas Purnomo.

“Saat ini bu Rodiah ya masih dalam perawatan tim medis KKHI, sedangkan suaminya sudah sehat dan sekarang bersama kembali di KKHI. Sampai Rodiah diperbolehkan kembali ke kloternya. Memang beliau sudah bisa kembali ke kloter awalnya di kloter 4, tapi menunggu administrasinya,” tambahnya.(nur)