Amirul Hajj Minta KKHI: Siapkan Distribusi Obat-obatan

MAKKAH,

Jamaah haji Indonesia yang meninggal sebelum puncak Arafah mengalami penurunan dari tahun lalu.

Jumlah itu lebih sedikit dibanding saat gelaran haji 2017 yang mencapai 90 per hari 28 operasional KKHI Makkah.

Loading...

“Saya bersyukur, angkanya memang menurun, baik yang dirawat di KKHI maupun jamaah haji yang wafat pada tanggal yang sama.

Mudah-mudahan ini petanda yang baik,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Arab Saudi.

Meski tren jamaah haji meninggal dunia menurun, per hari ini, Selasa (14/3) berjumlah 63 orang, ia tetap meminta kesigapan petugas kesehatan terutama saat Armina dan pasca-Armina.

“Titik puncak dari ketahanan fisik jamaah haji saat wukuf dan di Mina itu kondisi jamaah benar-benar diforsir staminanya saat di Jamarat,” ujar dia.

Lukman tak menyangkal, kondisi tenda di Mina sangat berbeda dengan hotel di Madinah atau Arafah.

Selain mempersiapkan diri untuk kondisi Mina, Lukman juga meminta KKHI menyiapkan distribusi obat-obatan ke sektor-sektor.

“Saya berharap sebelum wukuf dan pasca-wukuf itu harus menjadi perhatian kita,” ucap dia.

Kasie Kesehatan KKHI Makkah, Muhammad Imran, terdapat beberapa inovasi untuk mengantisipasi jamaah saat di Armina.

Salah satunya dengan dukungan penempatan ambulan di titik-titik krusial Armina.

“Akan ada tujuh ambulans di Pos Kesehatan Arafah, enam ambulan di Pos Satelit Arafah, dua ambulans di Maktab Mudzdalifah,” ujar Imran.(okz)