Audisi Sumatera Fighter road to OnePride Wilayah Pekanbaru

Peserta Sumatera Fighter Road To One Pride

PEKANBARU(HR)- Penyelenggaraan audisi Sumatera Fighter yang diadakan di Pekanbaru, bertempat di Mall SKA, Minggu (19/8) berjalan sukses. Dari 120 peserta audisi yang mendaftar pihak panitia berhasil menyeleksi sebanyak 22 fighter terbaik dibagi dalam dua grade A dan B.

Dilakukan pengukuran berat dan tinggi badan setelah calon peserta dinyatakan lolos tes medis.
Peserta wanita saat mengikuti tes pukulan dan tendangan


Grade A, panitia memutuskan dua orang lolos seleksi sedangkan sisanya masuk kategori grade B. Dengan hasil tersebut panitia memastikan dua orang fighter yang lolos seleksi grade A, akan ikut bertarung di Kota Batam pada 11 November 2018. Sedangkan 20 sisanya juga punya kesempatan untuk bermain dan bertarung.

Peserta mendapatkan pengarahan dari Linson Simanjuntak

Setelah dilakukan ujicoba dalam audisi pihak panitia memutuskan 22 orang lolos seleksi dalam dua grade A dan B. Grade A yang dimaksud adalah fighter yang lolos seleksi sangat sempurna dalam menguasai Striking Pad Work, Take Down dan Grapling/ Submission. Sedangkan untuk grade B, bukan tidak baik tapi mereka masih ada yang kurang menguasai teknik.

Proses tes teknik bantingan
Loading...

“Jadi kita pastikan dua fighter lolos seleksi grade A yang bertatung di Batam nanti pada tanggal 11 November 2018.Sedangkan peserta lolos grade B juga punya kesempatan bermain, karena kita tidak hanya akan mengirimkam dua peserta saja, paling tidak lima atau enam tiketlah,” kata Sekretaris Sumatera Fighter road to One Pride, Wilayah Riau, Hendrik Subagio, usai melaksanakan rangkaian audisi, Minggu,(19/8).


Pantauan Haluan Riau di lokasi acara, audisi yang dilaksanakan mengundang perhatian banyak orang terutama pengunjung Mall. Sorak sorai dari ratusan penonton tak henti-hentinya terdengar memberi semangat kepada peserta yang sedang mengikuti tahap audisi.

Sofialdi Penanggung Jawab Sumatera Fighter Wilayah Riau

Pengumuman peserta yang lolos seleksi menjadi puncak acara dari audisi yang dilaksanakan. Setelah melalui sejumlah prosesi di antaranya penyampaian kata sambutan oleh beberapa pihak. Di antaranya, dari Sofialdi, sebagai Penanggungjawab Sumatera Fighter Wilayah Pekanbaru.

Yakob Sutjipto Pengawas DPP Batam Fighter Club

“Audisi ini kita adakan untuk mencari bakat terpendam yang mungkin selama ini belum tersalurkan dengan baik. Semoga ajang ini menjadi ruang untuk menyalurkan hobi menuju One Pride mengikuti lomba yang akan dilaksanakan di Kota Batam. Semoga dalam audisi ini kita bisa mendapat peserta yang fighter, baik dan tangguh kemudian bisa bertanding ke One Pride di Kota Jakarta. Ke depan kita berharap Sumatera Fighter bisa dilaksanakan di Provinsi Riau. Ini sudah dibicarakan dengan pihak Dispora dan mereka sangat mendukung rencana positif ini. Untuk menyalurkan bakat- bakat dari olahraga ini kita juga akan buatkan semacam Riau Fighter Club,” imbuhnya.

Penanggungjawab teknis Sumatera Fighter, Yakop Sutjipto, yang juga selaku
Pengawas di DPP BFC, mengatakan, audisi yang dilaksanakan sangat penting untuk menyeleksi petarung terbaik yang akan diperembahkan ke One Pride.
“Pesan saya kepada peserta yang lolos seleksi audisi untuk bisa mengharumkan nama Riau di Kota Batam yang akan dilaksanakan 11 November 2018, mendatang. Bagi yang lolos audisi berlatihlah secara disiplin, di Batam kalian bertarung membawa nama dan ciri daerah kalian. Jadikanlah ini sebagai langkah awal dan barometer untuk menjadi juara ke depannya,” pesan Yakop.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau, Doni Aprialdi, saat membuka audisi, mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Riau, dalam hal itu Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau, sangat menyambut baik kegiatan audisi yang dilaksanakan.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak panitia penyelenggara, atas kepercayaannya memilih Pekanbaru, Provinsi Riau menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan perdana audisi di Sumatera.

“Ini sekaligus membuktikan di Riau banyak anak- anak muda yang berbakat di bidang olahrga. Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak oanitia pendukung acara yang telah memilih Pekanbaru sebagai tuan rumah untuk audisi perdana di Sumatera. Saya yakin para peserta audisi ini adalah orang- orang yang terampil, kalau tidak begitu tak akan bisa,” kata dia.

Foto bersama tim penyelanggara bersama peserta

Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA), yang saat ini dalam tahap audisi adalah olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti kuncian, grounding, tendangan, dan pukulan. Di dalam MMA, masing-masing praktisi didorong untuk mengkombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan.Di antaranya, tinju, taekwondo, wushu, gulat, judo. Menjadikan seni bela diri MMA sangat luar biasa.

Doni Aprialdi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan sambutan sekaligus membuka acara Sumatera Fighter Road to One Pride

Audisi Sumatera fighter go to one pride

A post shared by haluanriau (@haluanriau) on

“Selamat tinggal narkoba, begal dan perbuatan negatif lainnya. Mari kita berkumpul di sini menyalurkan bakat dan prestasi. Tunjukkan prestasi kalian kepada masyarakat Indonesia. Banyak anak muda di Riau ini berprestasi, bukan tanpa bukti untuk Asean Games ke-18, tahun ini Riau mengirimkan setidaknya 25 atlit untuk sembilan cabang olahraga. Artinya tidak tertutup kemungkinan untuk olahraga MMA ini juaranya juga bisa dari Riau,” Imbau Doni Aprialdi.(her,mul).