Jamaah Haji Lempar Tiga Jumrah

Mina (HR)-Jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru telah melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang menjadi puncak haji pada 9 Zulhijah 1439 H, atau Senin (20/8). Mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya matahari, jamaah berdoa dan berzikir untuk mendapatkan rida Allah SWT.

Nurmadi
Melaporkan dari Arab Saudi

Selanjutnya usai wukuf jamaah haji bergerak menuju muzdalifah, sebagai salah satu syarat ibadah haji. Di mana jamaah singgah di Muzzdalifah untuk mengambil batu yang akan digunakan untuk melempar Jumrah atau Jamarat di Mina.

Loading...

Hari pertama lempar Jamarat yang juga bertepatan dengan hari raya Idul Adha di Arab Saudi 10 Zulhijah, jutaan jamaah termasuk jamaah Indonesia bergerak dengan berjalan kaki sepanjang lebih kurang 3 Km dari tempat Mabid di Mina.

Ketua kloter jamaah Haji Indonesia asal Pekanbaru dan Kampar Agus Saputra, mengatakan, hari pertama lempar jamarat telah dilaksanakan oleh seluruh jamaah Riau, dimina setelah bermalam di Muzdalifah.

“Alhamdulillah seluruh jamaah kita telah selesai Wukuf di Arafah. Dan hari ini (kemarin red), telah selesai lempar Jamarat yang pertama. Semua jamaah berjalan kaki, dan bagi yang tidak mampu atau sakit juga telah diwakilkan, atau dibadalkan oleh keluarga atau kawan terdekatnya,” ujar Agus, Selasa (21/8).

Dijelaskan Agus, di Mina, jamaah akan tinggal selama tiga hari untuk menyelesaikan prosesi lempar Jamarat. Pada hari pertama, Selasa (21/8), kemarin hanya diperbolehkan melempar di satu tugu yakni jamarat Aqabah.

“Mereka melempar batu kerikil sebanyak tujuh buah,” katanya.
Pada hari kedua, hari ini, Rabu (22/8), jamaah melempar di tiga tugu jamarat yakni Ula, Wustha dan Aqabah. Batu kerikil yang dilempar masing-masing jamarat sebanyak tujuh buah pada tanggal 10, 11, dan 13 Dzulhijah.

Ada waktu yang tidak boleh jamaah Indonesia untuk keluar dari tenda, atau tidak diperbolehkan melontar Jamarat. Di antaranya tanggal 10 Zulhijah pukul 06.00 – 10.30 WAS, 11 Zulhijah pukul 14.00 – 18.00 WAS, dan 12 Zulhijah pukul 10.30 – 14.00 WAS.
“Insya Allah setelah lempar Jamarat seluruh jamaah akan kembali ke Mekah untuk melanjutkan ibadah lainnya yakni, tawaf awal ataupun tawaf Sani, dan selesai lah ibadah haji. In sya Allah seluruh jamaah kita mendapatkan haji yang mabrur,” ungkapnya.

Batuk dan Kelelahan
Sementara itu, salah seorang jamaah haji Riau asal Kampar, Maratua, mengatakan, setelah menjalani beberapa ibadah haji, mengatakan, di sinilah ia merasakan bahwa siapa dirinya. Dan ia merasa rendah di hadapkan Allah SWT.

“Inilah rasanya saya merasa rendah, dan merenungkan diri. Dosa-dosa yang telah diperbuat, selama ini memang betul-betul di rasakan. Disini saya bertaubat dan memohon ampunan Allah SWT, selain itu juga tetap bermohon diberi kesehatan dan rezeki baik untuk diri sendiri maupun keluarga dan saudara-saudar,” kata Maratua.

“Di Mina ini saya berjalan kaki pulang balik mencapai enam kilometer tidak terasa berat, walaupun cuaca panas. Inilah ibadah yang harus dijalankan, mudah-mudahan Allah SWT, menjabah doa-doa kita, dan menjadi haji yang mabrur,” doa Maratua.

Sementara itu, tim dokter Riau, Nurazmi yang berada di kloter 6 Kampar Pekanbaru, mengatakan. Dari informasi kloter lainnya asal Riau, jamaah tetap semangat melaksanakan ibadah haji. Mulai dari Arafah dan sampai ke Mina, dan kesehatan jemaah ada menurun karena kelelahan.

“Jamaah kita banyak yang batuk dan kelelahan, semua sudah kita tangani dengan baik bersama tim dokter lainnya. Sudah diberikan pengobatan sesuai dengan sakitnya. Dan ada salah satu jamaah kita dari Kampar, terpaksa harus diinapkan kembali ke rumah sakit, saat di Arafah kondisinya semakin melemah karena gangguan pernapasan,” kata Nurazmi.

Jamaah Asal Bengkalis Wafat
Innalillaahi wainna ilahi raji’uun, telah berpulang, telah meninggal kembali jemaah haji Riau, Supeni bin Yahkun Barnawi, asal Kabupaten Bengkalis, Desa Bangun Sari, kloter 08 BTH, Rabu (22/8), di Mina, Mekkah. Almarhum meninggal tepat pada pukul 06.15 WAS, di dalam tenda jamaah, maktab 47.

Kasi Haji Kanwil Kementrian Agama Provinsi Riau, Abdul Wahid, membenarkan telah meninggal dunia jamaah asal Riau dari Bengkalis. Almarhum meninggal di dalam tenda penginapan jamaah di Mina usai solat subuh.

“Ya jamaah kita ada yang meninggal di kloter 8. Beliau awalnya sehat-sehat saja. Meninggalnya saat tidur di dalam tenda jamaah, tiba-tiba sesak,” ujar Abdul Wahid.
“Mungkin dia kelelahan, almarhum sempat mendapatkan perawatan oleh tim dokter namun tidak tertolong. Dan sekarang jenazahnya sudah diurus untuk selanjutnya dimakamkan di Mina,” tambahnya.

Sementara itu, dokter kloter 8 BTH, dr Hari, menjelaskan almarhum tidak ada sakit sebelum meninggal. Namun pada pagi hari tiba-tiba sesat nafas, dan langsung mendapatkan penanganan.

“Kita sudah coba menanganinya langsung. Bahkan sudah menghubungi ambulan untuk segera di rujuk dibawa ke rumah sakit. Namun sayang sebelum ambulan datang nyawanya sudah tidak ada lagi,” jelas dr Hari.

“Tapi setelah kita cek kartu kesehatannya, ternyata almarhum ada penyakit cardio megali atau pembesaran jantung. Ini salah satu penyebab almarhum meninggal,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, satu Jemaah Calon Haji (JCH) Riau asal Kabupaten Bengkalis, Nizar Muhammad, dari kloter 09 BTH, di tanah suci Mekah, Minggu (12/6), lalu juga wafat di Mekah. Dan jumlah Jamaah Haji yang meninggal dunia hingga saat ini 2 orang.(nur)