Rekontruksi Penikaman Maut, Pelaku Lakukan 22 Adegan

BENGKALIS (HR)- Menguatkan penyidikan dan keterlibatan tersangka Ma alias Bedoy (25), Satuan Reskrim Polres Bengkalis menggelar reka adegan atau rekonstruksi tindak pidana penganiayaan penikaman menyebabkan kematian Zulas Mawi (20) warga Gang Senyum Jalan Kelapati, Desa Kelapapati, Senin (16/) lalu.

Reka adegan, Senin (27/8) berlangsung di halaman belakang Markas Polres Bengkalis dipimpin Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Bengkalis, Iptu Aprinaldi, SH tampak hadir Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bengkalis, Iwan Roy Charles, Penasehat Hukum (PH), Helmi dan anggota keluarga para saksi.

Dalam reka adegan ini, tersangka Bedoy melakukan 22 adegan hingga akhirnya ‘menghabisi’ nyawa korban. Sebelum dilakukan penikaman maut, pelaku sudah berencana ketika masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama (Poskamling) atau pada adegan kedua dan ketiga.

Loading...

“Apa yang dilakukan tersangka adalah berencana. Pada adegan kedua ketika berada di pos sangat jelas, tersangka sudah menyiapkan pisau untuk mencari korban,” ungkap Kanit Pidum Iptu Aprinaldi kepada sejumlah wartawan usai rekonstruksi.

Sebelum penikaman maut, antara pelaku dan korban berkelahi (tangan), kemudian tersangka mengeluarkan pisau yang disimpan dibalik baju, kemudian menikam sebanyak sekali dilakukan pelaku terungkap pada saat memasuki adegan ke-13. Setelah menerima tusukan, korban juga sempat berupaya mencari batu untuk melempar ke pelaku sebelum berusaha melarikan diri.

Iptu Renaldi juga mengatakan, tidak ada penambahan tersangka lainnya atas kasus itu. Dan setelah hasil rekontruksi ini akan dilakukan gelar perkara.

Seperti diberitakan sebelumnya, msetelah melalui pengejaran sekitar 17 hari pasca kejadian, pelaku utama penikaman, Bedoy berhasil diringkus aparat kepolisian, Jumat (3/8) sekitar pukul 02.00 WIB lalu.

Bedoy berdomisili di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis ditangkap petugas gabungan Reskrim Polres Bengkalis dibackup Tim Jatanras Polda Riau dipimpin Kompol Taufik Hidayat Tayeb dan Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, sedang berada di salah satu rumah warga di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan.

Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap korban.

Pada saat penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga turut membantu pelaku dalam melarikan diri, yaitu Ai (30), dan Md (20), dan sudah dibebaskan.

Dibekuknya penikam maut ini, aparat juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya sebilah pisau lipat warna silver panjang 50 cm diduga untuk ‘menghabisi’ korban, dua buah topi.(rtc/war)