Akibat Pengurangan Jatah di Rohul LPG 3 Kilogram Mulai Langka

PASIRPANGARAIAN (HR)-Gas elpiji atau LPG tabung 3 kilogram (kg) kembali mengalami kelangkaan di wilayah Rokan Hulu. Masyarakat menyebut, LPG 3 kg sudah langka sekira dua pekan terakhir.

Seorang warga Kecamatan Rambah Syafri mengaku, kelangkaan LPG 3 kg sudah terjadi dua pekan terakhir. Dampak kelangkaan, dirinya harus beralih ke LPG tabung 12 kg yang harganya mencapai Rp170 ribu diantar sampai ke rumah.

“Saya sudah mencari LPG 3 kilogram kemana-mana, tetapi tidak ada orang yang menjualnya sekarang ini,” ungkap Syafri.

Loading...

Kelangkaan LPG tabung 3 kg subsidi untuk masyarakat kurang mampu ini dibenarkan oleh Firdaus selaku Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rohul.

Diakuinya, dampak kelangkaan LPG 3 kg, Disperindag Rohul bahkan sering menerima laporan dari masyarakat melalui telepon akhir-akhir ini, mempertanyakan penyebab kelangkaan LPG subsidi dari pemerintah.

Firdaus mengungkapkan, kelangkaan LPG 3 kg terjadi di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul. Sekira dua pekan terakhir, masyarakat kesulitan mendapatkan LPG murah tersebut.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan 2 pangkalan LPG dan 7 agen di Rokan Hulu. Penyebab kelangkaan akibat adanya pengurangan jatah sebesar 50 persen dari pihak Pertamina,” ungkapnya.

Firdaus menerangkan lagi, biasanya Kabupaten Rohul mendapat 4.000 tabung LPG 3 kg per pekan. Dampak pengurangan, saat ini Rohul hanya mendapat jatah 2.000 tabung per pekan.

Kelangkaan, kata Firdaus, bukan karena ada penimbunan atau permainan dilakukan oknum pangkalan dan agen, melainkan karena ada pengurangan kuota LPG dari Pertamina.

Tembus Rp30 ribu
Informasi yang dihimpun Haluan Riau, dari salah seorang pangkalan gas elpiji Sudir, saat ditemui di rumah toko Amanah, yang berada di Desa Rambah Tengah Utara (RTU), Kecamatan Rambah, Senin (17/9) gas elpiji 3 kilo gram dijual Rp25 ribu per tabung.

“HET memang sekitar 22 ribu rupiah. Tapi tidak mungkin saya ambil untung seribu. Modal saya 5 sampai 7 juta, tapi dapat untung cuma 100 atau 200 ribu. Gak mungkin,” ungkap Sudir, tanpa menyadari bahwa pihaknya ditunjuk sebagai pangkalan penyalur subsidi gas elpiji karena telah menyetujui sarat, aturan dan laba yang didapat dari hasil penjualan gas elpiji subsidi sebelumnya.

Menurut Sudir, tingginya harga gas elpiji subsidi di Pasir Pengaraian, karena adanya oknum pemilik pangkalan yang menjualnya kepada pengecer. Kemudian oleh pengecer menjualnya kepada warga dengan harga mahal.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hulu Sariaman melalui Abidin Nasution, selaku Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan membenarkan harga gas subsidi elpiji di Pasir Pengaraian diatas HET.

“Pekan lalu kita telah menggelar pertemuan dengan pihak pangkalan untuk membicarakan seputar mahalnya gas elpiji ini. Karena dalam aturannya gas elpiji 3 kilo gram ini tidak bisa dijual bebas. Tapi nyatanya pihak pangkalan tidak bisa mengendalikan harga ecer di tingkat pengecer,” jelas Abidin Nasution.

Sesuai informasi yang didapatnya, harga gas elpiji 3 kilo gram di Kecamatan Rambah saat ini berfariasi. Mulai dari harga Rp25 ribu, Rp26 ribu, Rp28 ribu, bahkan Rp30 ribu.

“Hasil pantauan sekarang harganya antara Rp25 dan Rp R26 ribu per tabung. Di Kaiti, ada yang Rp 28 ribu dan Rp30 ribu per tabung. Kejadian ini tidak terpantau sumbernya karena harganya dibuat oleh pedagang diluar pengecer. Kalau pengecer, jelas sumber gas nya darimana,”ungkap Abidin Nasution.

Menurut Abidin Nasution, mahalnya gas elpiji subisidi selama ini ada 2 faktor penyebabnya. Pertama faktor Eksternal. Faktor eksternal ini kejadian diluar jangkauan. Artinya suplai dari Pemerintah kurang karena banyaknya pengguna. Dimana para penggunanya pemilik ekonomi mapan.

Faktor kedua yakni faktor internal. Faktor internal ini artinya disengaja oleh pangkalan. maksudnya di pangkalan kosong karena dijual ke pengecer. Sehingga para pengecer bebas menjual dengan harga tinggi. Dan ini termasuk kenakalan pengecer.

Ditambahkan Abidin Nasution, harga HET gas Elpiji di Kecamatan Rambah, Pasir Pengaraian saat ini Rp21.425. Dengan rincian harga eks Pertamina Rp12.750. Biaya operasional Rp2000, biaya angkut Rp4.668, harga jual agen Rp19.418, jasa Sub penyalur Rp2000.***