Prabowo Minta Maaf

Jakarta (HR)- Capres Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut mengabarkan bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya. Ternyata, pengakuan Ratna itu bohong belaka.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Prabowo menceritakan bagaimana awalnya Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya. Dia juga melihat wajah Ratna bengkak.
“Akibat itu, kami merasa sangat terusik, sangat prihatin,” ucapnya.
Oleh sebab itu, semalam Prabowo sempat jumpa pers soal kondisi Ratna. Hari ini (Rabu), Ratna akhirnya mengakui bohong dan meminta maaf.
“Akhirnya hari ini Ibu Ratna menelepon tim kami, minta maaf. Memberi surat pada saya, minta maaf,” ujar Prabowo.

Dilaporkan
Perwakilan Cyber Indonesia melaporkan Ratna Sarumpaet, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya, Rabu (3/10), atas dugaan membuat ujaran kebencian. Tak hanya ketiganya, Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Habiburokhman dan Dahnil Anzar Simanjuntak pun turut dilaporkan.
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Al Aidid mengatakan, laporan itu dibuat seiring beredarnya kabar bohong yang dilontarkan Ratna, yang mengaku dianiaya di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September 2018 malam.

Loading...

“Kami melaporkan Ratna Sarumpaet yang diduga kuat sebagai pelaku utama dan penyebarnya, baik di media sosial, media online dan televisi,” ujar Muannas, di Mapolda Metro Jaya, Rabu malam.
Sementara, Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Habiburokhman dan Dahnil Anzar Simanjuntak disebut melontarkan informasi bohong yang mengarah pada ujaran kebencian melalui media sosial baik Twitter maupun Facebook, dan media massa.

Sedangkan Sandiaga Uno, disebut menyebarkan berita bohong melalui keterangan-keterangannya di berbagai media online. “Sementara, Prabowo Subianto bisa diduga sebagai penyebar hoaks di televisi melalui konferensi pers,” sebut Muannas.
Saat melapor, perwakilan Cyber Indonesia ini membawa barang bukti berupa flashdisk yang berisi screnshoot ujaran para terlapor baik di media sosial maupun di media online. Tak hanya itu, sejumlah video pun disertakan untuk mendukung laporan Cyber Indonesia.
Laporan Cyber Indonesia ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/5315/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Prabowo dan para terlapor lainnya diduga telah melakukan ujaran kebencian dan melanggar Pasal 28 Ayat 2 junto Pasal 45 Ayat 2 dan atau Pasal 35 junto Pasal 51 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Semenara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengecam sikap Ratna Sarumpaet yang telah berbohong atas penganiayaan yang terjadi kepadanya.
“Saya menyesalkan dan mengecam sikap Ratna Sarumpaet yang telah berbohong kepada saya, kepada Pak @prabowo, @sandiuno,” tulis Fadli dalam akun twitter-nya, @Fadlizon, Rabu (3/10).
Fadli pun minta maaf karena telah ikut menyebarkan berita hoaks bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya.

“Saya minta maaf kepada publik telah ikut menyampaikan pengakuan Bu RS bahwa ia dianiaya orang yang tak jelas. Hal ini karena menjawab pertanyaan media,” tulis Fadli.
Menurut Fadli, hal itu ia lakukan hanya karena menjawab pertanyaan media.
“Karena telah ada berita yang bersumber dari seorang netizen, maka pers bertanya. Saya minta konfirmasi Bu Ratna Sarumpaet yang sebelumnya cerita bahwa ia memang dianiaya,” lanjutnya.

Menurut dia, respons spontan atas cerita Ratna yang mengaku dianiya tah menggugah dirinya, Prabowo dan tokoh-tokoh lain untuk bersimpati.
Pada Minggu (30/9) lalu, ia datang ke rumah Ratna dan mendengar langsung cerita soal penganiayaan itu. Saat itu, Ratna masih menyampaikan sangat terpukul dengan kejadian yang ia alami. “Saya spontan waktu itu sampaikan agar lapor polisi, tapi ia belum mau. Lalu waktu ketemu Pak Prabowo disarankan visum, ia jawab akan memikirkan,” kata Fadli. “Ternyata sikap pembelaan ini dimanfaatkan untuk kebohongan yamg sama sekali tak terduga datang dari seorang aktivis Ratna Sarumpaet. Saya sangat kecewa,” tambah dia.
Fadli berharap Ratna menyadari apa yang dilakukannya sebagai sebuah pengkhianatan atas kepercayaan banyak orang yang selama ini bersimpati.

Menurut Fadli, selama ini di DPR ia berkali-kali menerima pengaduan dari Ratna dan organisasinya tentang masalah rakyat, penggusuran, tenaga kerja asing dan lain-lain. Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR ini tak menyangka Ratna akan berbohong soal penganiayaan yang dialaminya.(dtc,kpc)