Pantas Banyak Miliuner Berasal dari Cina, Begini Rahasia Menabung ala Masyarakat Cina

Belum lama, publik dikejutkan dengan seorang wanita asal Cina bernama Yang Huiyan, wakil ketua Country Garden.

Bukan orang biasa, wanita ini menduduki peringkat pertama dalam daftar wanita terkaya di Cina selama enam tahun berturut-turut.Hal ini terungkap dalam daftar Hurun Richest Woman in China 2018 yang dirilis oleh Hurun Report.

Tak tanggung-tanggung, Yang memiliki jumlah kekayaan sebesar 150 miliar yuan (Rp328 triliun).

Loading...

Ia menduduki peringkat teratas diikuti oleh Wu Yajun (58,5 miliar yuan), ketua Longfor Properties dan Chen Li Hua (50,5 miliar yuan), ketua Fu Wah International Group yang kesemuanya berasal dari Cina.

Menariknya, daftar ini berdasarkan pada aset kekayaan pribadi bukan warisan atau kekayaan keluarga.

Sebagian besar nama dalam daftar berasal dari real estat dan manufaktur. “China menyumbang 60% dari wirausahawan wanita paling sukses di dunia.

Sementara wanita China seperlima dari populasi wanita dunia”, ungkap Rupert Hoogewerf, ketua dan kepala peneliti di Hurun Report.

Memang bukan rahasia umum, jumlah orang kaya di Negeri Tirai Bambu ini terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut laporan terakhir Wealth-X, saat ini Cina memiliki 10% dari total 2.400 miliuner di dunia.

Faktanya, 94% dari orang terkaya di Cina adalah mereka yang berhasil kaya raya dari usahanya sendiri (self-made).

Hanya 2% dari total 249 miliuner Cina yang kekayaannya berasal dari warisan.

Sementara itu, 4% dari seluruh miliuner memiliki kekayaan bernilai hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dari kombinasi hasil usaha dan warisan.

Pertumbuhan teknologi, ritel konsumen, dan sektor real estate di Cina yang meroket dalam lima sampai 10 tahun belakangan semakin memudahkan para pengusaha memperoleh kekayaan mereka.

Tak heran, Cina menyumbang jumlah miliuner mandiri terbanyak di dunia.

Fakta menarik lainnya,mayoritas miliuner di Cina juga berusia sangat muda dibandingkan miliuner di seluruh dunia.

Rata-rata usia miliuner di Cina adalah 53 tahun, sedangkan rata-rata usia miliuner dunia 64 tahun.

Sebut saja Jack Ma, Executive Chairman Alibaba Group yang masih berusia 54 tahun namun setia bertengger di urutan nomor 2 orang paling kaya di Cina.

Dengan deretan fakta mencengangkan diatas, mungkin Moms penasaran bagaimana cara orang Cina menabung sehingga banyak sekali orang kaya disana.

Ternyata ini rahasia orang Cina dalam mengatur keuangan, sehingga pundi keuangan mereka sangat menakjubkan.

Hidup secara sederhana

Kesederhanaan nampaknya sudah menjadi ciri khas keluarga Cina, terlihat dengan kebiasaan orang Cina memasak sendiri makanan di rumah sebagai bekal makan siang.

Saat tiba jam makan siang, seluruh anggota keluarga akan berkumpul untuk makan bersama sehingga lebih hemat dan membuat ikatan keluarga semakin erat.

Menu makan yang disajikan juga sederhana, daging hanya menjadi variasi jika ada acara besar atau perayaan tertentu.

Di Cina, kepala keluarga dan anak-anak sudah terbiasa membawa bekal ke kantor dan sekolah dan ini menjadi cara efektif untuk menghemat keuangan keluarga.

Berani membayar mahal

Meski dikenal dengan kesederhanaan dalam menjalani hidup, orang Cina ternyata tidak takut membeli barang yang mahal.

Mereka sudah punya hitung-hitungan tersendiri saat akan membeli barang yang harganya mahal namun dengan kualitas yang terjamin.

Dengan membayar mahal, barang tersebut sudah menjadi investasi jangka panjang karena nilainya tak akan menurun jika suatu hari dijual kembali.

Disiplin dalam menabung

Orang Cina akan menyisihkan minimal 50% dari penghasilan mereka, bahkan banyak yang menabung lebih dari separuh penghasilan yang diterima dalam sebulan.

Prinsip orang Cina, lebih baik menyimpan uang daripada harus menghamburkannya untuk membeli hal yang tidak penting.

Tabungan tersebut biasanya digunakan keluarga Cina jika ada keperluan mendesak atau membeli barang yang dibutuhkan.

Selain itu, orang Cina selalu konsisten dan pandai membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Tidak pernah berutang

Mayoritas orang Cina tidak pernah mengenal utang, kalaupun terpaksa mereka akan berusaha mengembalikannya sesegera mungkin.

Bahkan jika salah satu anggota keluarga tengah terjerat utang, seluruh keluarga mengetahuinya dan akan saling mendukung untuk bisa melunasi utang tersebut.

Jika menginginkan sesuatu, orang Cina memilih membelinya secara tunai yang diambil dari uang yang selama ini mereka simpan untuk ditabung.

Dengan rutinitas demikian, kartu kredit menjadi barang langka yang ada di Cina karena itu bukan prioritas mereka.

Mendidik sejak dini

Menghargai uang menjadi sesuatu yang rupanya diajarkan keluarga Cina sejak dini, tak heran banyak anak disana yang sudah bekerja di tempat usaha orangtuanya bahkan di usia yang masih belia.

Hal ini bukan tanpa alasan, supaya anak-anak dilatih untuk bekerja keras dan merasakan betapa sulitnya mencari uang sehingga mereka pun akan memikirkan dengan matang sebelum mengeluarkan uang untuk berbelanja.

Selain itu, cara ini juga mendorong anak di Cina untuk menimba pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis yang akan diterapkan saat dewasa nanti.

Berani menawar

Rahasia lain kesuksesan orang Cina dalam mengatur keuangan adalah tidak takut menawar.

Bahkan hal ini tak hanya dilakukan di pasar tradisional, namun di supermarket di mana barang-barang sudah diberi label harga resmi.

Menurut masyarakat Cina, menawar barang adalah sebuah seni sehingga mereka akan merasa puas jika sudah mendapatkan harga barang yang sesuai.

Namun, mereka menawar dengan tetap memerhatikan keuntungan penjual dan biasanya orang Cina akan urung membeli barang yang harganya terlalu murah. (Sumber, Nakita)