Suami Tinggalkan Istri dan Anak yang Alami Kelainan, Ini Nasib Keduanya Setelah 20 Tahun

Setiap pasangan suami istri pasti mengidamkan buah hati dari pernikahan mereka.

Namun, semua kadang semua tak seindah yang dibayangkan, seperti anak terlahir dengan tidak ‘sempurna’. Hal itu, dihadapi Zou Hongyan asal Jingzhou, Hubei, Tiongkok.

Melansir dari en.goodtime.my, ketika mengandung anak pertamanya, dokter mengatakan jika bayi yang dikandungnya akan terlahir akan mengalami otak yang lemah.

Loading...

Dokter itu bahkan menyerankan Zou untuk mengugurkan kandungannya. Saran itu tentu membuat Zou hanya bisa menangis.

Bahkan kesedihannya semakin bertambah, ketika sang suami secara terang-terangan memintanya untuk menggugurkan kandungan.

Sang suami takut jika anak itu akan membawa masalah dalam finansial keluarga di masa depan.

Meski begitu, Zou tetap bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

Akibat dari keputusannya itu, sang suami memutuskan untuk bercerai dengan dirinya.

Setelah lahir Ia pun akhirnya membesarkan putranya dengan perjuangannya sendiri
Untuk bertahan hidup, Zou bekerja di tiga tempat sekaligus.

Meski sang anak dianggap dan memiliki kemampuan otak yang lemah, Zou tak menyerah dalam kehidupannya.

Ia mengajarkan banyak hal bisa menguatkannya dari balita hingga dewasa

Dia terus mendorong anaknya untuk bekerja keras dan meningkatkan keterampilan.

Berkat dorongan dari ibunya, Ding Ding, si anak yang dianggap cacat itu telah berubah.

Pemuda yang kini berusia 29 tahun itu berhasil lulus dengan gelar sarjana dari Peking University’s Environmental Science and Engineering School pada 2011.

Tak berhenti di situ, dia juga berhasil masuk ke satu Universitas ternama dunia, yakni Harvard.

Bagi Ding, ibunya adalah mentor spiritual terbaik dalam hidupnya yang hingga sukses dalam pendidikannya ini.

Dia tak pernah melupakan pengorbanan, cinta, dan perjuangan yang telah dilakukan ibunya.

Sedangkan, Zhou menganggap sang anak yang membuatnya terus hidup, (Sumber, Nakita)