Pembahasan RAPBD Riau TA 2019 Masih Berkutat Pembahasan Pendapatan

PEKANBARU (HR)-Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2019 masih berkutat pada pembahasan pendapatan dan menyinkronkan angka retribusi yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dari BUMD. Ini dilakukan untuk mengetahui besaran deviden yang akan diterima.
Demikian diungkapkan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Septina Primawati, Selasa (23/10). Dikatakan Ketua DPRD Riau itu, pihaknya telah membahas hal itu bersama BUMD milik Pemprov Riau.
“Jumlah deviden yang dibuat BUMD berdasarkan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham,red) tidak sinkron dengan target yang dibuat TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah, red) Riau,” sebut Septina.
Untuk itu, Banggar DPRD Riau meminta TAPD bertemu dengan manajemen BUMD untuk mencocokkan besaran retribusi. “Sehingga tidak ada perbedaan yang jauh antara angka yang dibuat TAPD dan BUMD,” lanjut Politisi Partai Golkar itu.
Masih dikatakannya, dari pembahasan yang dilakukan telah diketahui besaran deviden yang disepakati TAPD dan BUMD terkait kontribusi perusahaan pelat merah yang akan dimasukan sebagai pendapatan di APBD Riau TA 2019.
“Selanjutnya pembahasan RAPBD Riau 2019 oleh Banggar dan TAPD menyangkut pembahasan di sisi belanja,” pungkas Legislator asal Indragiri Hilir (Inhil).
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, mengakui pembahasan RAPBD Riau TA 2019 masih berkutat pada sisi pendapatan. Saat ini Banggar masih rapat dengan TAPD dengan memanggil BUMD untu menyelesaikan masalah pendapatan untuk APBD 2019.
Setelah pembahasan pendapatan itu selesai baru beralih ke pembahasan pada aspek belanja APBD Riau. Dewan menurut nya masih berharap masih ada pendapatan yang bisa di masukan di RAPBD murni 2019.
“Kita mentargetkan MoU KUA PPAS RAPBD Riau 2019 itu di akhir Oktober ini. Target ketuk palu APBD itu paling lambat pada sebelum tanggal 30 November,” sebut Sunaryo yang juga Wakil Ketua Banggar DPRD Riau.
Dijelaskan Politisi PAN itu, penambahan pendapatan yang akan digali nantinya di BUMD Riau seperti BRK, PT PIR, SPR dan lainnya. “Kita akan gali pendapatan lebih lagi, dan kita targetkan MoU akhir bulan (Oktober) ini,” tandas Sunaryo.(dod)