OTT Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan Sunjaya Tengah Tunggu Pelantikan Bupati

Cirebon (HR)- Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra dalam operasi tangkap tangan. Sunjaya merupakan petahana yang berhasil meraih kemenangan pada Pilkada serentak 2018 lalu.
Sunjaya berpasangan dengan Imron Rosyadi. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini berhasil meraih 319.630 suara berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilbup Cirebon yang dilakukan KPU Kabupaten Cirebon pada Juli lalu. Sunjaya tinggal menunggu pelantikannya sebagai Bupati Cirebon terpilih periode 2019-2024.
Sebelum dilantik, ternyata Sunjaya terjerat OTT KPK. Sunjaya diduga menerima supa jual-beli jabatan. Menurut Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefuddin Jazuli, pelantikan Sunjaya itu bakal dilakukan Juni tahun depan. Saefuddin mengatakan pelantikan kepala daerah terpilih akan tetap dilakukan sesuai dengan UU Nomor 10/2016 tentang pemilihan kepala daerah.
“Kalau pelantikan sudah diatur oleh undang-undang. Tetapi, pelantikan ini tergantung statusnya, apakah statusnya tersangka, terdakwa, maupun inkrah,” ucap Saefuddin saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (25/10).
Dalam UU Nomor 10/2016 itu, lanjut dia, proses pelantikan tetap dilakukan jika status Sunjaya masih tersangka. Sementara itu, lanjut dia, Sunjaya bisa diberhentikan sementara setelah dilantik ketika statusnya menjadi terdakwa.
“Jadi perlakuannya itu berbeda-beda, tergantung statusnya. Kalau inkrah, nanti dilantik dulu kemudian diberhentikan. Kalau terdakwa kan diberhentikan sementara,” ucap Saefudin.
Untuk saat ini, lanjut dia, masih kewenangan Kemendagri untuk menyikapi kasus tersebut. Terlebih lagi, saat ini Sunjaya masih dalam proses pemeriksaan di KPK.
“Ya kalau sekarang bisa didorong untuk pengganti sementara sampai menunggu pelantikan, istilah bisa pelaksana tugas (Plt) atau penjabat sementara,” katanya.

OTT KPK

KPK menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, Rabu (24/10). Dalam kegiatan tersebut, petugas KPK menemukan uang miliaran rupiah. “Belum dihitung, tapi miliaran,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Diduga uang yang ditemukan itu merupakan barang bukti mengenai transaksi suap yang melibatkan kepala daerah. Saat ini uang tersebut telah disita KPK.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penangkapan ini diduga terkait jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah.
“Dugaan jual beli jabatan dan ada setoran dari pengusaha,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Keesokan harinya, KPK menerima pengembalian duit lebih dari Rp 200 juta terkait OTT Sunjaya Purwadi Sastra. Namun, KPK tak menyebut siapa yang mengembalikan duit tersebut.
“Ada tambahan pengembalian uang lebih dari Rp 200 juta terkait OTT di Cirebon,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (25/10). (dtc, kpc)