Ekspor Hortikultura Indonesia Mencapai Rp 2,8 Triliun

JAKARTA (HR) – Nilai ekspor produk hortikultura baik segar maupun olahan hingga Agustus tahun ini mencapai Rp 2,8 triliun. Angka ekspor tersebut didominasi oleh buah.

“Seluruh ekspor horti 85 persen isinya nanas,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi, Senin (29/10).

Produksi nanas pada 2017 mencapai 1,8 juta ton sementara prognosa 2018 mencapai 1,85 juta ton. Selain nanas, manggis juga tengah menjadi primadona hortikultura untuk mengisi pasar ekspor.

Loading...

Diakui Suwandi, sebanyak 36 persen dari produksi manggis yang ada adalah orientasi ekspor. Dengan sekitar produksi 100 ribu ton, realisasi yang telah diekspor sebanyak 29 ribu ton.

“Target 2018 60 ribu ton,” ujar dia.

Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Sarwo Edhy menambahkan, prognosa manggis cukup baik dan cenderung meningkat. Pada 2018, produksi manggis diperkirakan mencapai 166 ribu ton, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni 161 ribu ton.

Selain dua buah tersebut, buah dominan ekspor termasuk di dalamnya pisang, jeruk, mangga dan salak. “Lalu sayuran, kentang baru tanaman hias,” ujarnya.

Untuk diketahui, produksi total buah pada 2017 tercatat sebesar 19,6 juta ton sedangkan perkiraan produksi tahun ini mencapai lebih dari 20 juta ton. Begitu juga dengan produksi total sayuran yang mengalami peningkatan.

Produksi total sayuran pada 2017 mencapai 12,48 juta ton, sementara prognosa produksi tahun ini sebesar 15,5 juta ton, didominasi bawang merah. (rpc/nie)