Din-UAS Bicara Persekusi Anti-Pancasila

JAKARTA (HR)- Din Syamsuddin bertemu dengan Ustadz Abdul Somad, di kediaman Din Syamsuddin Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (3/11) malam. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini, dalam rangka silaturahim.
Seusai pertemuan, keduanya melayani tanya jawab seputar persoalan yang menimpa UAS panggilan akrab Ustadz Abdul Somad. Din Syamsuddin mengatakan, salah satu kasus yang menimpa UAS adalah soal persekusi, atau pencegahan bahkan pengusiran yang dialami UAS sejak menjadi Penceramah.
“Secara khusus kami meminta hal semacam itu tidak terjadi lagi. Ada satu fitnah yang sangat mudah sekali terjadi kepada seseorang. Misalnya soal tuduhan Anti Pancasila, maka umat Islam sudah kenyang,” ujar Din dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Ahad (4/11).
Menurutnya, pada satu atau dua dasawarsa Orde Baru, Umat Islam pernah mendapatkan fitnah, seolah-olah umat Islam itu menentang Pancasila. Hal ini menyakitkan. Saat ini, terjadi lagi dalam bentuk lain. Dituduh anti Pancasila karena mengembangkan khilafah dan lain sebagainya.
“Sementara, khilafah itu kan ajaran Islam. Tidak bisa kita menafikkannya. Itu ada pemahaman sendiri. Jangan lantas jika ada yang berbicara tentang khilafah, mengutip ayat Alquran tentang khilafah, lantas dituduh anti Pancasila,” ucapnya.
Din menganggap hal tersebut merupakan bentuk kekeliruan nalar. Tausyiah yang disampaikan Ustadz Abdul Somad menjelaskan khilafah dari Alquran. Menurut Din, UAS adalah ahli hadits. Beliau menjelaskan dari pandangan Islam. Sehingga ia berpandangan umat Islam perlu bersyukur.
“Karena umat Islam dihadirkan setiap kurun waktu. Ada da’i-da’i. Satu orang, dua tiga orang, yang kemudian tampil sebagai pencerah pada masyarakat, dan itu saya kira sebagai misi keagamaan, dan itu penting bagi bangsa ini, yang sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis,” tambah Din.

Upaya Adu Domba
Soal rencana pertemuan dengan Gus Yaqut, maka Din Syamsuddin menjelaskan, dirinya belum sempat melakukannya. Namun, ia menjelaskan, pernyataan-pernyataannya selama ini, telah tersampaikan kepada yang bersangkutan.
“Saya berharap di kemudian hari, tidak terjadi lagi. Dan kepada umat Islam saya harap perlu waspada, terhadap upaya yang ingin mengadudomba di antara kita,” ucapnya.
Cara mengadu domba, kata Din sangat halus. Jangan sampai umat tidak merasakannya. Karena boleh jadi, dia masuk ke dalam diri Muslim, kelompok-kelompok Islam, dan kemudian memprovokasi dari dalam secara halus. “Taktik seperti itu, sudah banyak dilakukan di tempat lain,” ungkapnya.
Lalu menurut Din, jika adu domba berhasil dan sesama umat Islam saling menolak, saling menjelekkan, saling menyalahkan, seolah paham keislamannya yang paling benar.
“Maka kepada umat Islam, kelompok Islam, ormas Islam, marilah kita berpegang teguh pada Islam, dan tidak perlu menyalahkan pemahaman orang lain.” akhiryna. (rol)

Loading...