TW III Pertumbuhan Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 %

PEKANBARU – Pertumbuhan ekonomi di Riau pada triwulan ke III-2018 tumbuh 2,98 persen (YoY). Angka ini jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,17 persen, memang masih jauh.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom menjelaskan pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III-2018 sebesar 2,98 lebih baik dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2,91 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Keuangan yang tumbuh 7,96 persen,” ujarnya, Senin, (5/11) dalam acara rilis di kantor BPS Riau.

Loading...

Dia menjelaskan jika dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran
Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 11,96 persen.

“Perekonomian Riau triwulan III-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp196,17 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp123,13 triliun,” tambahnya.

Dalam catatan BPS, ekonomi Riau triwulan III-2018 tumbuh sebesar 4,22 persen terhadap triwulan II-2018 (q-to-q). Dari sisi produksi, peningkatan ini terutama terjadi pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 7,30 persen. Sementara itu dari sisi pengeluaran, peningkatan terutama terjadi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 14,03 persen.

Sementara itu jika dilihat secara spasial, pada triwulan III-2018 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,05 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-5 di Indonesia dan terbesar di luar Pulau Jawa.

Tingkat Ekonomi Konsumen

Sementara itu, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Provinsi Riau pada triwulan III-2018 sebesar 98,25 menunjukkan tingkat ekonomi konsumen pesimis pada triwulan ini. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (117,18), optimisme ekonomi konsumen pada triwulan ini mengalami penurunan.

“Persepsi ini tidak sebaik kondisi ekonomi konsumen secara nasional yaitu sebesar 101,23 pada triwulan ini. Ini persepsi memang, ketika kami turun dan menanyakan persepsi mereka tentang ekonomi, mereka pesimis,” paparnya.

Dia menambahkan, pesimisme konsumen atas kondisi ekonomi triwulan ini dipengaruhi oleh ketiga variabel pembentuk ITK, yaitu persepsi pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi 99,46, tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan 99,37, dan pendapatan rumah tangga kini sebesar 97,14.

Nilai ITK Provinsi Riau pada Triwulan IV-2018 diperkirakan sebesar 102,97, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang akan datang diperkirakan optimis, mengalami peningkatan jika dibandingkan triwulan III-2018 yang ITK-nya sebesar 98,25.

Baca: Ekonomi Riau Triwulan III-2018 Tumbuh 2,98 Persen

“Perkiraan optimisme kondisi ekonomi konsumen tersebut didukung oleh optimisme salah satu indeks pendukungnya, yaitu indeks pendapatan rumah tangga mendatang sebesar 106,95. Sedangkan indeks rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi, dan pesta atau hajatan pesimis sebesar 95,99,”pungkasnya. (nie)