Gandeng UIR Telkomsel Kembangkan Layanan Telekomunikasi Selular

PEKANBARU (HR) – Telkomsel terus melakukan upaya pengembangan layanan diseluruh bidang,
salah satunya dibidang layanan telekomunikasi selular yang bekerjasama dengan Universitas
Islam Riau (UIR). Kesepakatan ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman kerjasama, yang
ditanda-tangani oleh Rektor UIR Syafrinaldi dengan Vice President Sales & Marketing Area
Sumatera Erwin Tanjung, di Gedung Rektorat Kampus UIR, Rabu siang (7/11).

Tampak hadir menyaksikan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Wakil Rektor II
Ir. H. Asrol, Wakil Rektor III Ir. H. Rosyadi serta dari Telkomsel, seperti Nur Cahyo
Priyadi sebagai General Manager Youth and Community Telkomsel Area Sumatera, Billy
Goenandar, Manager Yuuth and Community Sumbagteng bersama jajaran Telkomsel Pekanbaru

Dalam Nota Kesepahaman berjangka satu tahun sejak ditanda-tangani itu disebutkan, bahwa
kerjasama ini meliputi tiga bidang. Masing-masing bidang pendidikan melalui kegiatan
entrepreneurship, bidang peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui kegiatan pemagangan
dan penelitian. Serta bidang penyelenggaraan telekomukasi selular.

Loading...

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Rosyadi menjelaskan, kerjasama UIR dengan Telkomsel bertujuan
untuk memanfaatkan peranan UIR-Telkomsel dalam mendukung pelaksanaan pengembangan
pendidikan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan pengembangan penyediaan jasa layanan
telekomunikasi selular. ”Kita juga memfasilitasi diskusi serta perencanaan mengenai potensi
hubungan kerjasama para pihak,” kata Ir. Rosyadi sambil berharap telkomsel dapat menjadi
mitra kerja yang baik bagi Universitas Islam Riau.

Sebelum MoU diteken, telkomsel menggelar acara Coaching Clinic Entrepreneurship Be The Next
Level of U yang diselenggarakan di Auditorium Kampus UIR. Coaching Clinic yang disambut
antusias mahasiswa ini menghadirkan dua pembicara, yakni Yuyun Hidayat, ST, MSc sebagai
Ketua Kadin Kota Pekanbaru, serta Dimas Wisageni selaku Owner Waroeng Wahid.

Kepada mahasiswa General Manager Youth & Community Telkomsel Area Sumatera, Nurcahyo Priyadi
berpesan,
agar setamat kuliah mahasiswa tidak hanya berfikir untuk bekerja menjadi karyawan perusahaan
atau pegawai negeri sipil. Mahasiswa yang berfikir demikian, menurut Nurcahyo, memang tidak
salah. Tapi jangan semata menggantungkan harapan dari menjadi karyawan maupun PNS. ”Masa
muda harus digantungkan sebanyak mungkin pada kegagalan karena dari kegagalan itu kita
mendapat pelajaran baru, lalu bangkit dan bangkit. Gagal beberapa kali tidak masalah, itu
jadikan batu loncatan meniti karier di masa depan,” kata Nurcahyo.

Kalau adik-adik mahasiswa bekerja di perusahaan besar, ujarnya, kita hanya tahu secuil dari
sebuah proses yang panjang. Sebaliknya bila bekerja di perusahaan kecil, maka adik-adik akan
tahu semua. Mulai dari proses pendirian perusahaan, manajemen sampai ke bisnis yang harus
digeluti. ”Usia 30 sampai 40 tahun kita harus menjadi yang terbaik. Saat kita berada di
umur 40-50 kita sudah menjadi orang yang dapat memberi peluang kerja kepada anak-anak
muda,” tambah Nurcahyo.

Kesempatan untuk berkembang sangat besar sekali. Belajarlah dari bajyak hal terutama dari
kegagalan orang. Jangan semata mampu melihat keberhasilan orang lain. ”Adik-adik beruntung
karena di zaman sekarang sudah banyak roh model yang dapat dijadikan contoh. Tak perlu
jauh-jauh mencari contoh. Di Indonesia banyak orang-orang berhasil yang merintis usaha dari
nol,” tukas Nuecahyo.(nie)