Fire Fighter RAPP Asah Kemampuan Atasi Karhutla

Pekanbaru (hr)-Sebanyak 250 personel “fire fighter” atau tim penanggulangan kebakaran yang tergabung dalam Royal Golden Eagle (RGE) Group mengasah kemampuan guna dalam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
“Kegiatan dengan tema Wildfire Competition yang diselenggarakan untuk ke enam kali dalam tujuh terakhir ini bertujuan agar kita lebih siap dalam menghadapi kebakaran lahan,” kata Fire Aviaton Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Yunardi kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.
Yunardi menjelaskan bahwa selama ini bencana kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) selalu dianggap hal yang menakutkan dan ancaman luar biasa besar. Namun, menurut dia, Karhutla dapat diatasi dengan terukur dan cepat jika dilakukan secara benar.
Salah satunya adalah dilakukan oleh sosok yang ahli di bidangnya. Untuk itu, ia menjelaskan seluruh perusahaan yang bernaung dibawah RGE Group secara berkesinambungan terus meningkatkan kemampuan personel “fire fighter” sejak 2001 silam.
Secara umum, Yunardi mengatakan kegiatan Wildfire Competition tersebut lebih mengedepankan pelatihan peningkatan kemampuan dengan menerapkan tingkat disiplin yang tinggi kepada “fire fighter”. Sebanyak 250 persnoel yang hadir dari lima provinsi diantaranya Kalimatan Utara, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau tersebut berasal dari seluruh anak usaha RGE Group, baik dari sektor usaha perkebunan sawit maupun HTI.
“Ada banyak jenis perlombaan yang dilakukan, namun secara garis besar dengan tujuan yang sama yakni menyamakan persespi dan kemampuan,” ujarnya.
Acara diikuti 31 tim yang berlangsung pada 12 hingga 16 November 2018 di Lapangan Sola Gratia, Kota Pekanbaru dan mengangkat tema “Dengan Komunikasi dan Kemampuan Personil yang Tangguh kita capai Zero Fire” itu turut mendapat perhatian dari Komando Resor Militer 031 Wirabima.
Kepala Seksi Operasi Korem 031 Wirabima, Kolonel Inf Patar M Sitorus mengatakan bahwa kegiatan yang diusung oleh RAPP tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada lingkungan dan bencana kebakaran yang terjadi di Provinsi Riau.
“Semoga kompetisi ini mampu memelihara, meningkatkan, dan menguji ketangkasan fire fighters hingga mampu menjadi terdepan menangani kebakaran hutan dimanapun berada,” ujar Patar Sitorus.(ant)

Loading...