oleh

Pemprov Bahas Percepatan Proyek Transmisi 500 KV

PEKANBARU (hr)-Pemprov dan BPN Riau membahas percepatan pembangunan Jaringan Transmisi 500 kilovolt (kV) Sumatera dengan tower 4 sirkit. Paket I dari New Aur Duri-Peranap (Jambi-Riau), dan paket II (Peranap-Perawang).
Dimana pembahasan fokus dengan masalah penanganan dampak sosial terkait lahan yang menjadi perlintasan proyek strategis nasional tersebut sepanjang 395 Km.
Usai melakukan pertemuan, Sekdaprov, Ahmad Hijazi, Selasa (27/11). Dia mengatakan jaringan transmisi proyek listrik itu ada melewati kawasan hutan dan statusnya merupakan aset negara.
Karena itu, pihaknya perlu memperhatikan dampak sosial masyarakat karena di sana terdapat tanam tumbuh masyarakat.
“Jadi itu yang harus dilakukan ganti untung karena pemerintah sekarang tidak ada ganti rugi lagi,” kata Ahmad Hijazi.
Untuk masalah pembayaran ganti untung lahan masyarakat, lanjut Ahmad Hijazi, akan dilakukan berdasarkan penilaian kesesuaian harga sesuai tanam tumbuh yang ada di lokasi.
“Sekarang tim masih di lapangan melakukan pendekatan, ada 25 penerima yang belum dapat ganti untung, sekarang tinggal meyakinkan pemilik. Mudah-mudahan ini bisa berjalan baik sehingga proyek strategis ini bisa dijalankan,” paparnya.
Ditanya target penyelesaian pembebasan lahan tersebut, Ahmad Hijazi menyatakan
pembebasan bidang tanah harus rampung paling lambat bulan Februari 2019 mendatang.
Diketahui, Pengerjaan pembangunan transmisi listrik 395 Km ini dikerjakan oleh BUMN Waskita Karya. {aket I ada panjang transmisi 235 Km dan masa pembangunan selama tiga tahun, dengan kontrak sebesar Rp3,88 triliun.
Sedangkan paket II pembangunan transmisi sepanjang 160 Km, dengan masa pembangunan selama tiga tahun dan nilai kontrak sebesar Rp2,83 triliun.nur/ckc

Comments

News Feed