Hingga Oktober, 5.000 Warga Riau Idap HIV AIDS

PEKANBARU (HR)-Miris! Sebanyak 5.000 orang warga Riau mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga Oktober 2018, bertambah 1.000 orang dari tahun 2017.

Jumlah ini terungkap dalam puncak peringatan Hari AIDS se-Dunia oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau dan Pemerintahan Provinsi Riau pada Ahad (2/12) bekerjasama dengan Transmart Pekanbaru.

Kegiatan berlangsung di Pekanbaru dan diramaikan dengan berbagai even mulai dari perlombaan dan pemerikasaan kesehatan. Ratusan masyarakat terlibat dalam kegiatan ini selama satu hari kegiatan berlangsung.

Loading...

Pemerikasaan kesehatan mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat atau pengunjung Transmart Pekanbaru.

Semua itu terselenggara gratis seperti pemeriksaan HIV, imunisasi MR, pemerikasaan kesehatan, pemeriksaan gizi, layanan kesehatan kulit dan kelamin, serta sharing session tentang kesehatan bersama beberapa dokter.

“Puncaknya Hari AIDS se Dunia sebenarnya kan 1 Desember, kita sudah melakukan berbagai macam kegiatan. Hari ini kita bekerjasama dengan Transmart Retail, beberapa pihak, Dinas Kesehatan, hingga Persatuan Dokter Spesialis Kulit Kelamin,” ungkap Manager Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Helmi Yardi

Helmi menyebut, konsep kegiatan puncak Hari AIDS se Dunia di Transmart Pekanbaru melibatkan seluruh elemen, mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, dan anak muda.
“Untuk orangtua, juga jadi sasaran melakukan edukasi, agar mau test HIV. Untuk anak muda, 80 persen HIV diidap usia muda, anak muda itu rentan, labil dan mudah melakukan hubungan seks beresiko, menggunakan narkoba, pakai tato bergantian jarum, sehingga kita edukasi melalui berbagai kegiatan,” tambah Dia.

Helmi mengaku, angka pengidap HIV di Riau terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

5.000 lebih masyarakat Riau kini menjadi pengidap HIV berdasarkan data terakhir Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau pada bulan Oktober.

KPA sebagai komisi yang memiliki perhatian khusus terhadap penderta AIDS, terus berupaya melakukan berbagai program dengan cara bekerjasama dengan berbagai element masyarakat, dan stakeholder lainnya.

“Di Riau KPA bekerjasama dengan semua SKPD di Riau, kalau dia dinas tenaga kerja, maka sasaran dia ke kedinasannya, kepada tenaga kerja dan kepada perusahaan. Intinya sama-sama bergerak, seluruh kegiatan dilakukan bersama sesuai tupoksinya,” terangnya.(ptc)