Dwi Soetjipto Bos SKK Migas Tak akan Manjakan Pertamina

Jakarta (HR)- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Dwi Soetjipto mengatakan akan mendorong produksi migas nasional. Caranya, dengan mendorong kegiatan eksplorasi.
Dwi mengatakan, juga akan mendorong PT Pertamina (Persero) untuk eksplorasi. Mantan bos Pertamina ini menyatakan tak akan memanjakan Pertamina.
“Sesuatu kalau memanjakan sesuatu, pasti dia tidak akan maju, untuk bisa maju nggak boleh dimanjakan. Sama dengan anak juga begitu,” kata Dwi usai pelantikan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, Senin (3/12).
Dwi menambahkan, Pertamina tak akan dimanja atau mendapat perlakuan khusus.
“Nggak boleh (dimanja),” tambahnya.
Dwi mengatakan, untuk mendorong produksi migas akan memacu investasi migas di dalam negeri. Dwi bilang akan berupaya menyelesaikan hal-hal yang menghambat investasi.
“Jadi oleh karena itu nanti kendala-kendala yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi akan kami diskusikan dengan Pak Menteri,” ungkapnya.
“Mengenai cadangan Pak Amin juga sampaikan butuh investasi besar, peningkatan cadangan ini harus dilakukan melalui kegiatan eksplorasi yang masif perlu banyak mengundang investor. Hal-hal yang berkaitan bagaimana bisa memberikan mengatasi kendala-kendala nanti kita akan diskusikan nanti kita laporkan ke Pak Menteri,” sambungnya.

Dwi Soetjipto Senin (3/12) dilantik menjadi Kepala SKK Migas. Ia dilantik di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siang ini.
Dwi menggantikan Kepala SKK Migas sebelumnya Amien Sunaryadi yang memasuki masa pensiun. Sementara mengisi kekosongan jabatan diisi oleh Sukandar sebagai Plt Kepala SKK Migas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melantik langsung Dwi Soetjipto.
Dwi Soetjipto sebelumnya dicopot dari Direktur Utama Pertamina pada 3 Februari 2017. Ia dicopot bersama dengan Ahmad Bambang yang merupakan Wakil Direktur Utama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta beberapa hal terhadap Kepala SKK Migas yang baru.
Jonan meminta Dwi dapat meningkatkan cadangan migas dan eksplorasi wilayah kerja (WK). “WK determinasi dan diperpanjang itu diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti yang sampai sekarang dua miliar dolar AS untuk 10 tahun ke depan. Ini untuk eksplorasi,” kata Jonan di Gedung Kementerian ESDM, Senin.
Selain itu, Jonan juga meminta Kepala SKK Migas menyelesaikan WK yang sudah habis mas akontrak atau terminasi. Jonan mengatakan terdapat WK terminasi yang perlu diselesaikan dengan masa jatuh tempo sampai 2023.
“Tolong bantu Ditjen Migas untuk lelang WK eksplorasi. Ada yang mudah ini pak, ada kontraknya yang diubah,” jelas Jonan.
Selain itu, Jonan meminta SKK Migas dapat semaksimal mungkin menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Jonan menilai untuk meningkatkam TKDN memang tidak mudah dalam meningkatkan cadangan migas.
“Tapi ini (meningkatkan TKDN) niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak,” tutur Jonan.
Sementara itu, mantan Kepala SKK Migas yaitu Amien Sunaryadi juga memberikan beberapa pesan kepada penggantinya. Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan giant discovery.(dtc, rol)

Loading...