in ,

Yusril Kembalikan ke Pemerintah

Soal Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

Jakarta (HR)- Yusril Ihza Mahendra menyerahkan kembali urusan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir kepada pemerintah. Dia mengaku hanya menjalankan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menelaah pembebasan bersyarat bagi Ba’asyir.

“Yang penting bagi saya adalah tugas yang diberikan Presiden sudah saya laksanakan. Bahwa kemudian ada perkembangan dan kebijakan baru dari pemerintah, maka saya kembalikan segala sesuatunya kepada pemerintah,” kata Yusril, Selasa (22/1).

Loading...

Pengacara paslon capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin ini mengaku telah mengkaji isi UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan serta PP 28/2006 dan PP 99/2012 khusus terkait pembebasan bersyarat. Dia menyatakan telah menyampaikan segala pertimbangan dan hasil pembicaraannya dengan Ba’asyir kepada Jokowi.

“Marilah kita tunggu perkembangan selanjutnya. Semoga ada keputusan yang terbaik bagi Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dan bagi kita, bangsa Indonesia seluruhnya,” ujar Yusril.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, upaya pembebasan Ustad Abu Bakar Baasyir harus sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Jokowi menegaskan, salah satu syaratnya adalah harus setia kepada NKRI dan juga Pancasila.

Menurutnya, setia kepada NKRI dan juga Pancasila merupakan hal yang sangat prinsip dan tidak bisa ditawar. “Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, ini pembebasan bersyarat. Syaratnya harus dipenuhi. Kalau ndak, kan ngga mungkin saya nabrak. Contoh setia pada NKRI, setia pada Pancasila, itu basic sekali. Sangat prinsip sekali,” ujar Jokowi kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1).

Menurutnya, langkah pemerintah saat ini untuk meninjau kembali pembebasan Baasyir dilakukan berdasarkan rasa kemanusiaan. Kondisi kesehatan terpidana kasus terorisme tersebut menjadi salah satu pertimbangannya. “Kan sudah saya sampaikan bahwa karena kemanusiaan dan Ustaz Abu Bakar Baasyir sudah sepuh, kesehatan juga sering terganggu. Bayangkan, kalau kita sebagai anak lihat orang tua kita sakit-sakitan seperti itu, itu yang saya sampaikan secara kemanusiaan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan pemerintah saat ini masih melakukan pengkajian terhadap upaya pembebasan Baasyir. Upaya ini sebagai bentuk respon pemerintah terhadap permintaan keluarga Baasyir. Kendati demikian, kata dia, pemerintah juga harus mempertimbangkan sejumlah aspek. Di antaranya yakni aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum, dan lain-lain.

“Ini semua masih kajian di Menkopolhukam, termasuk juga tentu saja. Terserah kepada keluarga besar Ust Abu Bakar Baasyir,” ucap Jokowi.

Menurut Wiranto, keluarga Abu Bakar Baasyir diketahui telah mengajukan permintaan pembebasan pada 2017 lalu. Permintaan tersebut diajukan atas pertimbangan usia dan juga kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

Penyambutan

Sementara itu Ponpes Al Mukmin telah mempersiapkan penyambutan dan persiapan keamanan kedatangan Ustaz Abu Bakar Baasyir yang diperkirakan tiba di Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (23/1) pukul 17.00 WIB.

“Ini sesuai dengan perkembangan informasi yang kami terima dari Ustaz Iim (Putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim Baasyir),” kata Pejabat Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Muchson di Sukoharjo, Selasa (22/1).

Sejauh ini, kata dia, sudah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya dari sisi kesiapan tempat penyambutan dan persiapan keamanan. Mengenai keamanan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Polres Sukoharjo.

Menurutnya, ada sekitar 1.000 santri yang akan menyambut kedatangan pria berusia 81 tahun tersebut. Meski ada acara ini, lanjut dia, kegiatan belajar akan berjalan normal. “Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa, tidak dikosongkan karena KBM kan pagi hari. Selain itu, kami juga akan mengundang MUI Surakarta dan MUI Kabupaten Sukoharjo pada penyambutan tersebut,” katanya.

Jika sesuai dengan jadwal awal, katanya lagi, sesampainya di pondok Ustaz Baasyir akan masuk masjid untuk melakukan salat dua rakaat. “Setelah itu, masuk ke tempat tinggal beliau untuk bertemu dengan keluarga. Mengenai sambutan, kalau memungkinkan, beliau akan memberikan sambutan,” katanya.

Selain itu, sambutan juga akan diberikan oleh wakil keluarga, Tim Pengacara Muslim (TPM), dan pihak pesantren. “Kalau Pak Yusril datang, ya, beliau juga akan memberikan sambutan,” ucapnya.

Untuk prosesi penyambutan, menurutnya, akan dilakukan selama 1 jam, atau tepatnya setelah salat Isya. Rencananya Abu Bakar Baasyir akan menempuh jalur darat pada perjalanan dari Gunung Sindur, Bogor ke Sukoharjo. Diperkirakan waktu tempuh sekitar 8 kam sampai dengan 9 jam.(dtc, rol)

Comments

Mobil Terjun Bebas di Jembatan Pekanbaru-Bangkinang

ISEI Sebut APBD Riau 2019 Belum Sehat