in , ,

Tim Dokter Nilai Ba’asyir tak Layak Ditahan

Mengalami Gangguan Vena

Jakarta (HR)- Anggota tim dokter Medical Emergency Rescue Committee memaparkan kondisi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir. Ba’asyir mengalami gangguan vena.

“Ada penyumbatan vena kedua kakinya, juga osteoarthritis pada lutut dan sudah tipis bantalannya,” kata dr. Meaty usai mendampingi pemeriksaan Abu Bakar Ba’asyir di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Loading...

dr. Meaty memaparkan, kondisi pergelangan kaki Ba’asyir juga terganggu karena mengalami pembengkakan.
Dengan kondisi ini, dr. Meaty berpendapat Ba’asyir seharusnya tak lagi berada di tahanan untuk memudahkan penanganan medis atas kondisi kesehatannya.

“Jadi menurut kami dari pihak medis ustaz Abu, ustaz Abu memang dengan umur segini juga harusnya sudah home care,” imbuhnya.
Di RSCM Kencana, Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Ba’asyir sudah meninggalkan RSCM sekitar pukul 16.04 WIB dan kembali ke Lapas Gunung Sindur.

“Pemeriksaan semua dilakukan di sini. Diagnosis, ada foto rontgen dada dan kaki,” ujar dr. Meaty.
Sebelumnya Tim Pengacara Muslim (TPM) menyebut tim dokter Ba’asyir tak layak lagi berada di sel Lapas Gunung Sindur, Bogor. Alasannya, kondisi kesehatan Ba’asyir harus mendapat penanganan khusus medis.

“Setelah mendengar penjelasan sekilas dari dokter yang memeriksanya bahwa ustaz bagaimana pun juga sudah tidak layak lagi ditahan dan ustaz sudah masuk kriteria WHO. Kan ada 4 yang tidak boleh ditahan atau tidak boleh dapat perlakuan-perlakuan yang tidak benar, atau pun tidak manusiawi. Ini kalau kita bicara kemanusiaan,” ujar Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Mahendradatta menyebut, tim dokter RSCM di sela pemeriksaan, menjelaskan kondisi kesehatan Ba’asyir yang terganggu.
“Gangguan jantung, penyempitan pembuluh darah, pengkapuran dan lain sebagainya, itu tadi secara sekilas sudah disampaikan dokter,” sebutnya.

Merujuk pada kondisi tersebut, dengan alasan kemanusiaan, Ba’asyir sambung Mahendradatta harus dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur.
“Pada nyatanya memang sudah memenuhi ini memang masalah kemanusiaan. Apakah kemudian orang sudah setua ini harus berada di dalam tahanan atau tidak, itu yang perlu dikaji, bukan (kajian) hukumnya,” sambung dia.

Pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir hingga saat ini belum terealisasi. Ba’asyir tetap diminta membuat pernyataan tertulis ikrar setia terhadap NKRI sebagaimana menjadi salah satu ketentuan pembebasan bersyarat napi terorisme.

“Kalau beliau sudah memenuhi syaratnya atau menandatangani persyaratan ya pasti dibebaskan. Tapi persyaratan tidak dipenuhi, kan itu persoalannya,” kata Menkum HAM Yasonna Laoly, Senin (28/1).
Usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta Pusat Abu Bakar Ba’asyir meninggalkan lokasi menuju Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dengan pengawalan ketat polisi.

Pantauan situasi di RSCM Kencana di lobi rumah sakit tampak sejumlah polisi melakukan penjagaan ketat jelang Ba’asyir keluar. Tampak ada 3 personel Brimob bersenjata laras panjang lengkap dengan rompi dan helmnya.

Di lokasi terparkir dua unit mobil polisi dari Polsek Gunung Sindur. Selain itu ada satu ambulans MER-C yang diperkirakan akan dipakai untuk membawa Ba’asyir.

Pukul 16.04 WIB ternyata Ba’asyir keluar dari RSCM Kencana lewat pintu samping dan masuk ke dalam mobil Avanza warna hitam berpelat merah nopol F 1196 G, bukan ambulans MER-C yang terparkir. Polisi yang melakukan penjagaan kemudian ikut bergerak meninggalkan lokasi dan melakukan pengawalan. (dtc)

Comments

Sabu 1 Kg Disimpan di Baju Anak

Pileg Tenggelam di Hiruk Pikuk Pilpres