in , , , ,

DBD Meningkat, Diskes Riau Lakukan Pencegahan

DBD Meningkat, Diskes Riau Lakukan Pencegahan

Pekanbaru (HR)-Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Kesehatan, mulai melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit Demam Berdaran Dangue (DBD), yang mulai melanda beberapa wilayah Riau. Karena sejak awal tahun 2019 tercatat 263 kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani, mengatakan, pihaknya sedang melakukan upaya pencegahan dengan menggalakkan program gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Agar nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak, masyarakat diimbau membersihkan bak kamar mandi atau toilet dan tempat penampungan air.

Loading...

“PSN ini bisa dilakukan secara serentak seperti kerja bakti di rumah masing-masing dan sekitarnya. Sehingga PSN bisa tepat sasaran dan fokus ke titik sasaran. Seperti air pembuangan kulkas, tempat minum burung jarang diganti, wadah limpahan air dispenser. Termasuk barang bekas seperti ban, kaleng, tempurung kelapa, potongan bambu dan lainnya,” ujar Mimi Nazir.

Upaya lainya, yang harus dilakukan adalah dengan cara memastikan rumah dan sekitar tidak ada jentik. Karena 1 jentik betina dalam 12 sampai 14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. Kemudian 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur bisa mencapai 100 sampai 150 butir telur.
“Dalam hidupnya selama lebih kurang 1 bulan nyamuk bisa bertelur hingga 4 kali. Artinya,1 nyamuk dalam satu bulan bisa bertelur 600 telur. Inilah yang bisa mengamcam kita terserang Demam Berdarah,” ungkap Mimi.

Selain langkah tersebut, tambah Mimi, pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara memakai lation anti nyamuk. Lition ini bisa mencegah nyamuk menggigit baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Sebelumnya, selama bukan Januari 2019 ini sudah ada dua orang korban dari 228 kasus DBD yang terjadi di Riau. Peningkatan kasus berada di beberapa daerah seperti Indragiri Hulu, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir dan Dumai.

“Januari ini ada dua korban DBD dari 228 kasus di kabupaten/kota. Dua korban itu berada di Dumai satu dan Indragiri Hulu satu. Itu data sampai 30 Januari. Kalau kabupaten/kota lainnya cenderung terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Mimi, beberapa hari lalu. nur

Comments

Kemeriahaan Tahun Baru Imlek 2570

15 ASN Riau Siap Dipecat Tidak Hormat