oleh

Bantah bakal Diresmikan Presiden

PEKANBARU (HR)- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Dadang Eko Purwanto membantah kabar yang beredar soal Jembatan Siak IV akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, jembatan dengan nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Syah (Marhum Bukit) akan diresmikan, bersamaan dengan dua jembatan layang (flyover) di Pekanbaru. Flyover Simpang Mal SKA dan Flyover Pasar Pagi Arengka.

“Tidak benar (diresmikan presiden atau menteri). Jembatan Marhum Bukit tetap diresmikan oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim,” tegas Dadang, Senin (11/2).

Memang, sebut Dadang, saat peresmian pihaknya mengundang Dirjen Bina Marga dan Direktur Jembatan Kementerian PUPR untuk menghadiri peresmiannya.

“Kalau mau mengundang iya. Ini lagi kita usahakan pak Dirjen Bina Marga dan Direktur Jembatan bisa menghadiri saat peresmian jembatan Marhum Bukit. Tapi kalau peresmian tetap dilakukan pak gubernur,” cetusnya.

Senada Pelaksanaan Tugas (Plt) Asisten II Setdaprov Riau, Indra SE saat dikonfirmasi perihal tersebut juga membantah. Menurutnya peresmian jembatan Marhum Bukit tetap dilakukan Gubernur Riau.

“Jembatan itu kan dibangun dengan APBD Riau. Jadi tak mungkin Presiden atau Menteri PUPR yang meresmikan. Sampai saat ini tetap pak gubernur yang akan meresmikan,” katanya.
Menurut rencana Siak IV akan diresmikan Kamis (14/2) besok oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

Pada prosesi peresmian, Pemprov Riau mengundang langsung mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan Gubri terpilih Syamsuar.

“Insya Allah, pak Andi Rachman tentu kita undang, sebagai mantan Gubernur dan tokoh masyarakat. Selain itu Gubernur Riau terpilih Syamsuar juga di undang beliau juga yang akan membangun Riau ke depannya. Pak Gubernur Wan Thamrin akan langsung meresmikan ketiga proyek strategsi Provinsi itu,” ujar, Dadang Eko Purwanto.

Belum Bisa Dilalui
Setelah diresmikan Jembatan Siak IV memang belum bisa dilalui, sampai menunggu surat resmi dari Kementerian PU. Di mana ada sertifikasi kelaikan penggunaan jalan, jembatan atau terowongan dari Kementerian PU.

“Secara hasilnya setelah uji beban lalu, jembatan itu sudah laik di lewati. Tapi kita perlu sertifikasinya dari Kementrian PU. Secara hukumnya perlu lah sertifikasi itu, kalau sudah keluar baru bisa dinikmati masyarakat,” kata Dadang.

“Kalau dua flyover itu setelah diresmikan langsung bisa dilalui oleh masyarakat. Dan setelah seminggu kita evaluasi penggunaannya, karena perlu juga dikaji arus lalu lintasnya itu menjadi tugasnya perhubungan, untuk arus lalu lintasnya setelah di lalui,” tambah Dadang.

Saat ini jalan yang selama ini ditutup untuk pembangunan flyover sudah mulai dibuka. Dua flyover ini dibangun untuk mengurangi kemacetan yang terjadi selama ini baik di simpang SKA Pekanbaru, maupun di simpang pagi pasar Arengka.

Sedangkan jembatan Siak IV merupakan pengerjaan lanjutan, setelah mangkrak pembangunannya pada tahun 2012 yang lalu. Dan baru pada tahun 2018 dimasukkan anggaran pembangunan yang mencapai Rp80 miliar. (ckc, nur)

Comments

News Feed