oleh

Gubri Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

PEKANBARU (HR)-Hari terakhir menjabat sebagai Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, masih menjalankan tugas nya sebagai Gubernur, menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau terhitung mulai Selasa (19/2).

Status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla di Riau ditetapkan hingga delapan bulan setengah dan berakhir pada tanggal 31 Oktober mendatang. Penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla, setelah menerima status siaga darurat Karhutla dari Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis, minggu lalu.

“Tadi sama-sama kita dengarkan dari BMKG kita mulai Mei sampai Oktober kan masuk musim kemarau. Jadi untuk antisipasi kita hari ini secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla,” ujar Gubri Wan Thamrin.

Gubri berharap, dengan penetapan status tersebut penanganan dan pencegahan Karhutla di Riau bisa lebih fokus. Dengan bantuan oleh berbagai pihak terkait, maka penanganan karhutla akan lebih maksimal.

“Kalau kita sendiri kawalahan, makanya kita langsung tetapkan statusnya, supaya bisa lebih optimal untuk melakukan pencegahan,” ungkapnya.

Pihaknya sejak awal mewanti-wanti semua pihak agar segara melakukan upaya pencegahan secara maksimal. Apalagi sebentar lagi akan berlangsung pesta demokrasi lima tahunan, yakni pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada bulan April. Dimana pada bulan tersebut, berdasarkan prediksi dari BMKG di Riau sedang masuk musim kemarau.

“Karena nanti di bulan April ada Pilres, kita minta semua pihak ikut menjaga semua,” jelasnya. Dengan penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla, ini pihaknya pun akan segera meminta bantuan pusat untuk melakukan penanganan Karhutla di Riau.

“Yang jelas peralatan, hellikopter sudah ada, dan sudah dibawa ke lapangan, ” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Gubri, saat ini kebakaran lahan di Riau sudah mencapai 841,71 hektar. Dimana karbakaran terparah di kabupaten Bengkalis seluas 625 hektare. Selain Bengkalis, Karhutla juga terjadi di daerah lain sejak awal Januari 2019, seperti Rokan Hilir seluas 117 hektar, Dumai 43,5 hektar, Kepulauan Meranti 20,2 hektar, Pekanbaru 16 hektar dan Kampar 14 hektar. nur

Comments

News Feed