in , ,

Masyarakat Nilai Bangunan Tak Bermanfaat

Terminal Mempura Sepi

Terminal Tempura

MEMPURA (HR) – Terminal Mempura merupakan fasilitas transportasi darat yang dibangun pemerintah Kabupaten Siak tahun 2015 dan diresmikan oleh Bupati Siak tahun 2016. Sayang, saat ini terminal itu belum berfungsi maksimal, bahkan masyarakat menilai proyek yang digaung-gaungkan untuk menghidupkan kota Mempura ini tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Miswan (34) warga Kampung Jawa, pemilik kebun depan Terminal Mempura, Rabu (20/3) menyampaikan, terminal itu hanya sebagai tempat stanpel retribusi angkutan umum yang melintas, sementara angkutan umum yang lewat bisa dihitung pakai jari.

Loading...

“Dulu tokoh masyarakat kita dikasi gambaran, terminal ini bisa membuat Mempura hidup kembali, ramai seperti dulu waktu belum ada jembatan. Namun hasilnya, terminal sepi. Tidak ada saya nampak masyarakat yang naik bus lewat terminal. Artinya, belum ada manfaat dirasakan masyarakat. Ada pedagang coba buka warung di sana, tapi iya itu, tidak ada mobil masuk, siapa yang mau beli. Akhirnya tutup,” ujar Miswan.

Miswan berharap pemerintah bisa membuat langkah agar aset yang nilainya milyaran rupiah ini bisa beroperasi, dan ada dampak positifnya bagi masyarakat sekitar.

Pantauan Haluan Riau, akses jalan masuk ke Terminal Mempura sangat tidak layak, kondisinya lecah atau berlumpur. Di tepi akses jalan yang tertancap simbol masuk itu, tampak berdiri bangunan berbentuk pos jaga, namun belum ada kelengkapan didalamnya.
Haluan Riau masuk ke dalam melihat bahagian dalam, kondisi bangunan terlihat banyak yang retak, lampu penerangan banyak yang mati. Dibagikan depan gedung, belum terlihat lapak parkir kendaraan, tersusun batu pembatas trotoar dan base. Sementara bahagian belakang gedung terlihat semakin belukar.

Saat mencoba menyapa seorang penjaga, dari sebuah ruangan terdengar suara menjawab salam yang diucapkan awak media yang masuk. Perbincangan dimulai diruang tengah, penjaga yang enggan disebutkan namanya ini mengakui kondisi yang ada.”Dulu mobil pernah masuk, karena kondisi jalan masuk seperti itu, sekarang sepi,” terang petugas Dinas Perhubungan Siak ini.

Ia mengaku sampai saat ini aktivitas terminal masih sepi. Karena mobil tidak ada yang bisa masuk, dibuat pos didepan, namun belum digunakan. “Mobil yang lewat ngambil stanpel retribusi, retribusinya Rp. 2 rb,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak Said Arif Fadillah saat dikonfirmasi melalui telepon celuler mengakui terminal itu belum layak, karena fasilitas utama akses jalan masuk masih hancur. “Tahun ini jalan masuknya akan dibangun, sekarang proses lelang,” terangnya.

Pengaspalan jalan masuk yang dipadukan Rp. 1,5 m itu diharapkan bisa menyempurnakan fasilitas terminal. “Kalau jalan sudah bagus, mobil bisa masuk, harapannya bisa ramai,” kata Said Arif Fadillah.

Selain itu, Kadis Perhubungan ini mengaku sulit untuk bisa membuat ramai terminal itu, pasalnya kendaraan angkutan umum yang melintas tidak begitu banyak. “Apalagi sekarang orang Siak kaya-kaya, punya mobil semua. Angkot aja di Siak tidak laku,” katanya.

Namun ia berupaya melengkapi fasilitas angkutan darat itu, harapannya para pelaku usaha bisa mengintai peluang bisnis. Membuka trayek baru yang menghubungkan Mempura dengan Kecamatan lain dengan memanfaatkan fasilitas terminal itu. Sehingga terminal bisa menjadi tempat transit bagi para penumpang, atau pengguna jasa angkutan umum. (Lam)

Comments

TNI, Polri dan Masyarakat Goro Bangun Jalan Desa Tebarau Panjang, Kuansing

Mobil Berat Gunakan Badan Jalan Untuk Parkir