oleh

Dua Pemuda Terancam Hukuman Mati

PEKANBARU (HR)-Dua pemuda di Riau, masing-masing berinisial MZ alias Iwan (23) dan PS (26) terancam hukuman mati. Keduanya diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu di Provinsi Riau.

Kedua tersangka diringkus dan ditahan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Riau. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita 8 paket sabu-sabu yang terbungkus rapi dalam teh aksara China berwarna hijau. Masing-masing paket memiliki berat satu kilogram. Diduga barang haram itu berasal dari negara tetangga Malaysia.

“Delapan kilogram sabu-sabu ini dari Malaysia. Bungkusnya sama Teh Hijau bertuliskan Guanyiwang dan telah beberapa kali disita,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariono, saat dijumpai di Kantor Dit Resnarkoba Polda Riau, Jalan Prambanan Pekanbaru, Kamis (21/2).

Dikatakannya, sabu-sabu itu diamankan dari tangan dua tersangka. Mereka adalah MZ alias Iwan yang merupakan warga Jalan Lobak Kelurahan Tabek Gadang Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Seorangnya lagi berinisial PS, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Indragiri Hulu (Inhu).

Dengan terungkap perkara tersebut di atas, Hariono mengatakan, sepanjang 2019 ini jajarannya telah menyita 25 kilogram sabu-sabu. Selain itu, Polda Riau dan jajaran juga menyita lebih dari 8.900 butir pil ekstasi dan 3,5 kilogram ganja.

“Seluruh narkoba itu merupakan hasil pengungkapan 231 perkara dengan total 319 tersangka,” jelas Hariono.

Upaya pencegahan dan pengungkapan perkara narkotika ini, kata dia, akan terus dilakukan pihaknya. Menurut dia, narkotika adalah musuh utama yang harus diberantas dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

Di tempat yang sama, Wadir Resnarkoba Polda Riau, AKBP Andri Setiawan menerangkan, untuk meringkus MZ dan PS, pihaknya membutuhkan waktu sepekan lamanya.

“Pengungkapan inu berawal dari informasi dari masyarakat yang menyatakan akan masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Provinsi Riau. Satu tim gabungan dibentuk dan dikerahkan melakukan pengintaian intensif serta melakukan pemetaan,” ujar Andri yang memimpin operasi penangkapan itu.

Hasilnya, polisi berhasil melacak bahwa narkotika bernilai miliaran rupiah itu masuk dari Malaysia melalui Desa Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Senin (18/2) dinihari kemarin.
“Selanjutnya terus kita ikuti arahnya, lewat Selatbaru, Bengkalis, menyeberang ke (Sungai) Pakning. Hingga akhirnya ditangkap menjelang Jembatan Siak pada 18 Februari 2019 kemarin,” jelas dia.

Saat penangkapan tersebut, Polisi menemukan seluruh barang bukti sabu-sabu tersimpan dalam dua tas ransel. Sabu-sabu itu disimpan pada bagian belakang mobil.
“Pengakuan mereka sabu-sabu ini akan dibawa ke Pekanbaru. Namun mereka masih menunggu arahan lebih lanjut yang mereka sendiri tidak kenal. Hanya berhubungan melalui telefon,” terang AKBP Andri.

Saat ini, Polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Kedua tersangka kini telah ditahan di sel tahanan Mapolda Riau.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 jo Pasal 114 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, hukuman mati, atau penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkas AKBP Andri.(dod)

Comments

News Feed