oleh

‘Jika Terbukti, Operasional Perusahaan Dihentikan’

PASIRPANGARAIAN (HR)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Rokan Hulu mendesak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohul segera memanggil manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Merangkai Artha Nusantara (MAN), terkait laporan masyarakat adanya dugaan pencemaran limbah di Sungai Juragi yang dilakukan perusahaan pengolah kelapa sawit beroperasi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakatnya, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri menegaskan, setiap penanganan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Rohul harus profesional dan merujuk aturan lingkungan hidup, termasuk dugaan di PKS PT MAN.

“Kita minta Dinas LH Rohul memproses adanya dugaan pencemaran lingkungan ini. Jika terbukti, kita minta operasional perusahaan dihentikan,” tegas Kelmi yang juga putra Mahato Kecamatan Tambusai Utara dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/2).

Terkait adanya pengahalangan dua wartawan Rohul yang dilakukan pihak PT MAN saat peliputan saat terjadi dugaan pencemaran limbah, Kelmi sangat menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi. Sebab, seorang jurnalis bekerja sesuai kode etik yang sudah ditetapkan dan dilindungi UU Perse Nomor 40 Tahun 1999.

“Harusnya larangan peliputan itu tidak terjadi jika pihak perusahaan mengerti akan tugas seorang wartawan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Rokan Hulu Hen Irfan, melalui pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Dinas LH Rokan Hulu Ma’as, saat ditanya wartawan mengaku memang ada limbah dan ikan mati di sepanjang Sungai Juragi.

“Kami sudah mengambil sampel dan akan diuji di laboratorium, kalau hasil uji lab memenuhi unsur tentu akan diproses sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup,” kata Ma’as kepada wartawan.

Ma’as mengaku bila memang terbukti membuang limbah ke sungai, PKS PT. MAN bakal mendapatkan sanksi tegas. Bisa saja sanksi penutupan outlet limbah atau pencabutan izin.(rtc/mel)

Comments

News Feed