oleh

“Jangan Rusak Susu Sebelanga”

Pekanbaru (HR)-Mantan Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, menaruh harapan besar kepada Gubernur Riau, Syamsuar, untuk bisa melanjutkan pembangunan yang telah dijalani Gubernur sebelumnya. Terutama dalam menyelesaikan embarkasi Haji antara Riau, dan muatan lokal budaya Melayu Riau.

Sejauh ini kata Wan Thamrin, perjuangannya bersama mantan Gubernur Arsyadjuliandi Rachman, untuk menjadikan embarkasi haji antara Riau cukup berat. Dan ia bersyukur sudah ada gambaran persetujuan dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Agama.

“Saya meninggalkan dua program muatan lokal dan embarkasi haji antara. Kalau dilihat tapak sepatu saya ini sudah habis bolak-balek meminta persetujuan dari pemerintah pusat. Jadi perjuangkan terus embarkasi antara ini agar jadi di Riau,” harap Wan Thamrin Hasyim, pada acara serah terima jabatan Gubernur Riau, di balai pauh Janggi, Gubernuran Riau, Senin (25/26).

Namun Wan Thamrin Hasyim, sedikit kecewa dengan adanya penolakan salah satu kepala daerah yang menjadikan Riau sebagai embarkasi haji antara. Ia menilai penolakan tersebut seolah-olah mematahkan semangat pemerintah untuk menjadikan Riau sebagai embarkasi antara. Saat ini Riau, sudah kalah dengan Provinsi Jambi dan Lampung, yang memiliki embarkasi sendiri.

“Jangan kecewakan jamaah haji Riau yang mencapai 5000 jamaah, dengan satu daerah yang isinya mencapai puluhan. Rusak susu sebelangah karena nila setitik. Melalui embarkasi haji antara ini, banyak anggaran yang bisa di hemat bagi calon jamaah haji kita, jamaah kita tidak perlu membayar lagi uang jutaan rupiah untuk terbang ke embarkasi Batam, dan anggaran sudah disiapkan,” kata Wan Thamrin.

“Saya berharap pak Syamsuar bisa menyelesaikannya dengan baik, agar embarkasi haji antara ini bisa jadi di Riau. Sekarang kita kalah dengan Jambi dan Lampung, yang jamaahnya lebih sedikit dari kita,” tambahnya.

Menjawab keinginan dari Wan Thamrin Hasyim, Gubernur Riau, Syamsuar, akan mengumpulkan seluruh Bupati dan Walikota, untuk menetapkan embarkasi haji. Karena adanya penolakan salah satu daerah untuk menjadikan Riau sebagai embarkasi haji antara pada tahun 2019 ini.
Daerah dimaksud adalah Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kita lihat dulu apa keputusannya dan solusinya, kita kumpulkan dulu kepala daerah membahas persoalan embarkasi Haji ini,” kata Syamsuar.
Perjalanan Panjang

Terpisah, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, yang turut hadir pada acara sertijab Gubernur Riau, mengatakan, bahwa Meranti tidak menolak embarkasi Haji antara di Riau. Pemkab Meranti ikut mendukung, namun ada hal yang tidak bisa dijalani oleh masyarakat Meranti soal perjalanan yang panjang menuju Pekanbaru dari Meranti.

“Kita tidak menolak bahkan mendukung embarkasi, tapi faktor jarak tempuh dari Meranti ke Pekanbaru, jamaah kami banyak orang tua. Kalau ke Batam hanya menempuh waktu 3 jam. Kalau ke Pelanbaru 7 jam, kasian orangtua,” kata Said Hasyim.

“Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat. Masyarakat yang datang, tentu sebagai kepala darah apa yang dikeluhkan kami tampung. Semua bisa diselesaikan yang jelas aspirasi masyarakat bayangkan 12 jam turun naik dari Meranti ke Pekanbaru, ini masalah pertimbangan kemanusiaan saja,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama, telah meninjau dan menilai embarkasi haji antara Riau. Dan dijadwalkan pada akhir bulan Februari ini, atau awal Maret, akan dikeluarkan SK penetapan Riau sebagai embarkasi Haji antara. Dan pada tahun ini seluruh jamaah haji Riau, akan diinapkan di asrama haji di Pekanbaru. Dan selanjutnya baru diterbangkan ke Batam untuk transit ke Arab Saudi.(nur)

 

Comments

News Feed