oleh

Pagar Pasar Higienis Belum Dibongkar

PEKANBARU (HR)- Meski Pemerintah Kota Pekanbaru sudah memberi angin segar terkait rencana pembongkaran pagar tembok di Pasar Higienis, namun untuk realisasi hingga saat ini tak kunjung dilakukan.

Menurut Kepala Bidang Aset di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Defino Efka, surat persetujuan resmi pembongkaran dari Walikota Pekanbaru sudah selesai dibuat, bahkan sudah diberikan kepada pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru.

“Suratnya sudah selesai kami buat sejak dua minggu lalu. Sudah kami serahkan ke Bidang Pasar di DPP, untuk pelaksanaannya kan di DPP karena aset dibawah mereka,” kata Defino.

Untuk teknis pelaksanaan pembongkaran, kata Defino, pihaknya juga sudah menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pekanbaru. “Sudah, untuk pelaksanaan pembongkaran surat sudah kita kirimkan. Jadi untuk pembongkaran melibatkan tim teknis dari PUPR,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima surat persetujuan yang dibuat BPKAD. Namun belum ditandatangani oleh Wako Pekanbaru Firdaus. “Iya, suratnya sudah kami terima. Tapi belum ditandatangani Pak Wako karena kesibukannya. Kalau sudah, langsung kami bongkar” singkat Ingot.

Seperti diketahui rencana pembongkaran itu sudah mulai digaungkan Pemko Pekanbaru sejak dari tahun 2017 silam. Sebab selama ini persoalan itu menjadi salahsatu penyebab beralihnya kembali para pedagang berjualan di sepanjang Jalan Teratai setelah dilakukan penertiban beberapa kali.

Rencana tersebut merupakan aspirasi dari sejumlah para pedagang yang menyampaikan ke Pemko, saat mereka diimbau segera pindah berjualan di dalam Pasar Higienis, bahkan sejumlah pedagang juga sudah mempertanyakan terkait rencana yang terkesan main-main.

“Ahh dari dulu tak jadi-jadi. Kami mana tahu masalah mereka di dalam. Yang kami tahu pagar penghalang sudah dibongkar ,kan mereka yang janji. Kalau Pemko tak bisa, kami bisa bantu bongkar asal diberi izin,” kata Tagor, salahseorang pedagang di Pasar Higienis. (her)

Comments

News Feed