in

Warga Batam Daftar Jadi Pelipat Kertas Suara

Pelipatan surat suara Pilwali dan Pilgub di KPU Malang.

BATAM (HR)-Sebanyak 500 orang warga Kota Batam, Kepulauan Riau, mendaftar menjadi pelipat kertas suara Pemilu 2019. Padahal, Komisi Pemilihan Umum setempat hanya memerlukan 200 orang.

“Yang mendaftar sudah melebihi yang dibutuhkan,” kata Ketua KPU Kota Batam, Syahrul Huda di Batam, Senin.

Loading...

Syahrul mengatakan, KPU masih mempertimbangkan mekanisme seleksi pelipat kertas suara agar tidak menimbulkan kericuhan. Kemungkinan, mereka yang datang lebih dulu yang akan terpilih.

Sesuai dengan pagu anggaran yang dipersiapkan, KPU memberi upah Rp98 untuk setiap kertas suara yang dilipat. Jumlah kertas surat yang harus dilipat mencapai lebih dari 3 juta lembar yang terdiri dari surat suara Pemilihan Presiden, DPD RI, DPR RI, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten maupun Kota.

Syahrul mengatakan hingga saat ini belum ada perubahan atas rencana upah yang diberikan kepada tenaga pelipat suara.

Sementara, Komisioner KPU Batam, Muliadi Evendi mengatakan pihaknya menargetkan 160 ribu lebih surat suara dilipat dalam satu hari. Pelipatan akan dimulai Rabu (27/2) dan selesai dalam waktu 20 hari.

Pelipatan dilakukan di gudang milik KPU Batam pada pukul 08.00-16.00 WIB. Muliadi menegaskan, KPU akan mengawasi proses pelipatan surat suara melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta menempatkan petugas pengamanan khusus.

Semua pekerja nantinya akan diperiksa. KPU akan melibatkan polwan dalam pemeriksaan mengingat mayoritas tenaga pelipat adalah ibu-ibu.

“Mereka pekerja tak boleh bawa tas, ponsel, dompet atau kantong lainnya demi menjaga surat suara,” ungkapnya.(rep)

Comments

Dana Desa Bukan dari Jokowi

Pesawat Tempur F-16 Patroli Udara di Aceh