oleh

157 SPBU di Riau Akan Lakukan Digitalisasi

Oleh Renny Rahayu
Liputan Pekanbaru

PEKANBARU (HR) – Tahun ini, PT Pertamina (Persero) wilayah Sumatra Bagian Utara melakukan program digitalisasi di 157 SPBU yang ada di Provinsi Riau. Hal ini disamaikan oleh Manager Corcomm MOR I Pertamina Sumbagut Roby Hervindo kepada Haluan Riau, Selasa (26/2) bahwa peluncuran program digitalisasi tersebut akan dilakukan secara nasional, namun program ini sudah berjalan sejak tahun lalu, dan kini mulai dilaksanakan di wilayah Sumbagut.

“Target kami tahun ini akan melakukan digitalisasi sebanyak 157 SPBU yang ada di Riau, nanti akan dipasang alat di nozzle atau ujung mesin pompa supaya mendapatkan data real time berapa konsumsi BBM yang keluar,” katanya Selasa (26/2).

Roby menjelaskan manfaat dari program ini akan dirasakan oleh konsumen dan juga pihaknya sebagai distributor BBM. Bagi pelanggan, akan mendapatkan jumlah bahan bakar yang lebih akurat, karena dihitung secara digital di tiap nozzle.

Lalu bagi Pertamina, pihaknya mendapatkan angka real time atau data langsung berapa jumlah BBM yang dikeluarkan dari tangki, dibandingkan sistem sebelumnya yang hanya mendapatkan laporan penjualan pada pagi dan sore hari saja.

Dengan program ini, Pertamina bisa mengetahui berapa besar pasokan yang tersedia di SPBU, serta meminimalisir upaya penggelapan atau penjualan BBM di luar kewajaran.

“Misalnya ada SPBU yang menjual ke mobil modifikasi sehingga tangkinya memuat bahan bakar di luar kapasitas, atau menjual bahan bakar di luar jam normal, ini akan ketahuan dan memudahkan Pertamina untuk memeriksa SPBU itu,” katanya.

Sementara itu Sales Executive Pertamina Area Pekanbaru Agung Wibowo mengatakan saat ini proses digitalisasi SPBU prosesnya sudah berjalan di sekitar 50 lokasi.

“Sekarang lagi jalan di 50 SPBU, dan sisanya sesuai target 157 SPBU se Riau akan diselesaikan tahun ini,” katanya.

Selain program digitalisasi, Pertamina juga sedang menyiapkan layanan SPBU modular di Universitas Riau, yaitu layanan penjualan bahan bakar non subsidi dengan skala lebih kecil.

Saat ini prosesnya dalam tahap konstruksi dan diperkirakan bakal rampung dalam tiga bulan kedepan.

Program ini menurut Agung tidak hanya untuk menjual bahan bakar, tetapi sekaligus sebagai lokasi laboratorium praktik bagi kampus dalam mengelola usaha.

“Contohnya SPBU di Undip Semarang, nantinya kami juga melibatkan kampus Universitas Riau dalam pengelolaan SPBU ini,” katanya.

Adapun selain di Universitas Riau, Pertamina berencana akan membuka SPBU modular di dua lokasi universitas lainnya pada tahun ini.***

 

Comments

News Feed