in , , ,

2.488 Warga Derita ISPA

Karhutla di Tiga Daerah Semakin Parah

Nurmadi
Pekanbaru

Pekanbaru (HR)- Kabut asap kebakaran hutan hingga Selasa (26/2) melanda Kota Dumai, Bengkalis dan Rokan Hilir. Akibatnya, 2.488 masyarakat di tiga daerah tersebut menderita Infeksi Saluran Nafas Atas atau ISPA.

Loading...

Kota Dumai dengan jumlah penderita ISPA terbanyak yaitu 2.199, diikuti Bengkalis 247, dan Rokan Hilir 47.

Hingga kemarin, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Riau, terutama di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Pelalawan. Terparah, karhutla terjadi di wilayah Pulau Rupat, Bengkalis.

Karhutla di tiga daerah tersebut menimbulkan asap cukup tebal dan menimbulkan kabut asap di wilayah tersebut.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, mengatakan, Karhutla yang terjadi di Pulau Rupat terus melebar, namun tim gabungan dari TNI, Polri dan Satgas Karhutla Riau, berhasil mendinginkan atau mengurangi Karhutla yang terjadi. Selain mendapat bantuan 100 personil TNI dari Yon Armed 10/Kostrad, seluruhnya di tempatkan di pulau Rupat.

“Karhutla bisa kita atasi baik melalui tim darat dan Udara dengan water bombing, dari bantuan Hely perusahaan Sinar Mas, dan Hely LHK. Personil TNI dari Kostrad semua ditempatkan di Rupat,” kata Jim Gafur.

“Asap memang melanda di beberapa daerah seperi Dumai dan Bengkalis, terutama di Rupat akibat Karhutla dan angin yang membawa ke daerah lain,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani, mengatakan, selain ISPA, masyarakat di tiga daerah tersebut juga mengalami iritasi mata, asma, pneumonia (infeksi paru) dan penyakit kulit akibat asap dari kebakaran lahan. Dumai ISPA 2199 orang, pneumonia 7, asma 52, iritasi mata 58, iritasi kulit 28 orang.

Di Bengkalis ISPA 247 orang, iritasi mata 24, asma 15, pneumonia 4 dan penyakit kulit 13 orang. Sedangkan Rokan Hilir ISPA 42 orang, asma 4, iritasi mata 8 orang dan penyakit kulit 16 orang.
“Kita sudah mengirim personel untuk membantu masyarakat yang terkenal ISPA akibat asap dari Karhutla. Mulai hari Minggu lalu telah berangkat ke Rupat dan daerah lainnya. Mereka membawa peralatan kesehatan dan obat-obatan,” kata Mimi.

Mimi menyampaikan, saat ini para penderita ISPA dan penyakit lainnya sudah diatasi oleh tenaga medis Puskesmas di wilayah yang terdampak kebakaran lahan. Dan timnya sudah mulai bergabung dengan tenaga medis di daerah. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada kegiatan di luar. Kalaupun harus keluar rumah hendaknya menggunakan masker.

“Kita juga anjurkan masyarakat dapat makan makanan bergizi seimbang dan perbanyak minum air putih. Serta terapkan pola hidup bersih dan sehat. Masker jangan lupa ketika keluar rumah,” katanya.

Selain itu, untuk Diskes dan Puskesmas di kabupaten/kota khususnya daerahnya mengalami kebakaran lahan untuk proaktif melakukan pemeriksaan kepada masyarakat. Jika ada masyarakat yang perlu di rujuk ke Rumah sakit, Diskes setempat agar segera membawanya untuk menghindari sakit yang lebih parah.

“Bagi penderita ISPA yang tidak bisa dilayani oleh dokter di Puskesmas, segera melapor ke Diskes provinsi. Tapi untuk penanganan ISPA ini, sudah sudah ada tenaga kompetensinya di Puskesmas,” tegasnya.

Tim yang dikirim ke lokasi Karhutla, membawa logistik seperti Masker biasa 200 kotak, Masker N95 sebanyak 72 kotak. Termasuk juga pemberian makanan tambahan ibu hamil 30 kotak dan balita 25 kotak. Untuk Dumai kita juga sudah kirim 800 kotak masker terlebih dahulu, dan sudah dibagikan Diskes Dumai untuk masyarakat dan anak sekolah.

Pada Selasa kemarin titik hotspot di wilayah Riau mencapai 32 titik. 13 titik berada di level confidance di atas 70 persen, di antaranya di Bengkalis 6 titik, Meranti 1 titik, Kota Dumai, 12, Pelalaaan 5, Rokan Hulu, 1, Siak 2, dan Inhil 1 titik.***

Comments

RSUD Rohul Belum Bisa Fungsikan Layanan Cuci Darah

Tagih Janji Jokowi, Copot Pejabat Terkait