oleh

Enam Pelaku Pembunuhan Diringkus Polisi

PEKANBARU (HR)-Aksi pengeroyokan disertai pembunuhan di Jalan Tanjung Datuk, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh tepat di depan gerbang Hotel Holiday pada Minggu (17/2) pukul 02.30 WIB lalu, akhirnya berhasil diungkap oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Lima Puluh dan Polresta Pekanbaru.

Peristiwa yang menewaskan seorang warga bernama Frengki Silalahi (39) dan melukai dua warga lainnya, Maruli Pakpahan (31) dan Josua Hutapea (38) tersebut ternyata dipicu oleh keinginan balas dendam para pelaku.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Lima Puluh, Iptu Abdul Halim menjelaskan dari pengungkapan itu pihaknya meringkus enam tersangka. Mereka adalah BN (16), F alias Botak (16), AA (16), RA (16), WA (14) dan MI alias Fj (19). Dari mereka berenam, lima di antaranya bahkan masih berstatus sebagai pelajar SMA dan SMP di Pekanbaru.

“Awalnya sembilan orang kita amankan dan dari pemeriksaan yang kita lakukan, enam kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga lagi saksi. Dari enam tersangka ini, lima di antaranya masih berstatus pelajar, SMA dan ada juga yang masih SMP,” ujarnya, Selasa (26/2).

Abdul menuturkan, para remaja itu sendiri nekat melakukan pengeroyokan hingga pembunuhan karena dilandasi motif balas dendam. Dimana saat kejadian, tersangka beserta komplotannya ingin membalaskan dendam teman mereka yang lebih dulu menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok Daeng cs. Hanya saja, niat balas dendam tersebut salah sasaran dan justru menyebabkan dua warga luka-luka dan satu meninggal dunia yang bukan dari kelompok Daeng cs.

Setelah melakukan aksi kejam yang salah sasaran tersebut, tiga hari kemudian enam tersangka pun berhasil ditangkap polisi saat berada di salah satu sekolah di Pekanbaru, Rabu (20/2) pukul 09.00 WIB pagi. Selain menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau dan 8 potong kayu yang digunakan tersangka ketika mengeroyok tiga orang korban.

“Jadi awalnya mereka mau balas dendam karena ada salah satu teman mereka yang dikeroyok duluan oleh komplotan Daeng cs. Tapi mereka (pelaku) justru salah sasaran. Dari mereka berenam ini, tersangka BN adalah eksekutor yang melakukan penusukan sehingga menyebabkan salah satu korban meninggal dunia,” sebutnya.

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP Ayat 3 dengan ancaman di atas 7 tahun penjara.(rtc)

Comments

News Feed