in , , ,

Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional Naik

PEKANBARU (HR)- Kenaikan harga bawang merah cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru. Sehari sebelumnya, bawang merah dijual seharga Rp18.500 per kilogram, namun pantauan Selasa (26/2), sudah mencapai harga Rp25.000 perkilonya .

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Kodim Pekanbaru, Eti (45), kenaikan harga bawang merah merupakan sesuatu hal yang wajar. Sesuai dengan naik turunnya permintaan dan mekanisme pasar.

Loading...

“Kalau bawang merah ini kadang naik tapi besoknya turun. Barang kan tidak setiap hari masuk sini. Kalau barang banyak biasanya harga turun,” katanya.

Kenaikan harga tipis juga dialami oleh komoditas cabai merah jenis Bukittinggi dan Medan. Di pasar Pagi Arengka satu kilogram cabai merah jenis Bukittinggi yang sehari sebelumnya dijual seharga Rp27.000 per kilogram, terjadi kenaikan hingga menjadi Rp28.000, sedangkan cabai merah jenis Medan yang sehari sebelumnya dijual Rp18.000 per kilogram, terpantau naik menjadi Rp20.0000 per kilogram.

Selain kenaikan harga, beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah kentang kecil dan Tomat.

Kentang kecil yang sehari sebelumnya dijual seharga Rp10.000 per kilogram, mengalami penurunan harga sebesar Rp4.000 per kilo, sedangkan tomat yang sehari sebelumnya dijual Rp10.000 mengalami penurunan sebesar Rp4000 per kilo.

Menurut pedagang penurunan ini adalah sebagai imbas dari melimpahnya ketersediaan stok barang yang ada. Nursalim (53), mengatakan tomat dan kentang sedang banyak. “Jadi harganya turun. Kita kan harus jual cepat juga. Tomat ini apalagi gak bisa lama-lama,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di beberapa kios beras. Penurunan harga hanya terjadi pada beras jenis Pandan Wangi sebesar Rp500, akan tetapi pada beras jenis lainnya harga tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.

Di beberapa kios beras di Pasar Cik Puan beras jenis Belida dan Topi koki dijual seharga Rp12.000 per kilogram. Beras jenis AD seharga Rp15.000 per kilo dan beras jenis Ramos dijual seharga Rp12.500 per kilo.

Nelwati Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, ketika dikonfirmasi mengenai penyebab turunnya harga beberapa komoditas mengatakan pada umumnya barang yang masuk berasal dari Sumatera Barat dan bisa jadi, karena cuaca harganya menjadi turun.

Tetapi pada dasarnya harga yang ada sekarang ini terpantau stabil. “Biasanya pada hari-hari tertentu seperti Lebaran atau jalan putus ke Sumatera Barat atau Medan yang mengakibatkan harga menjadi tinggi, tapi hari-hari biasa seperti ini harga cenderung stabil,” tutupnya. (fzi)

Comments

Enam Pelaku Pembunuhan Diringkus Polisi

Disdikbud Meranti Gelar Pelatihan Bagi Pendidik