oleh

Oknum Kepsek SD Buana Makmur Diamankan Polisi

DAYUN (HR) – Tim Reskrim Polres Siak menggesa penangganan perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Buana Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Saat ini Oknum Kepsek berinisial MD itu telah diamankan di Mapolres.

“Kita upayakan malam ini (kemaren,red) kita lakukan gelar perkara kasus ini, kalau barang buktinya lengkap, statusnya kita tetapkan sebagai tersangka,” terang Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani, Rabu sore (27/2).

Kasus ini dilaporkan oleh orang wali murid Suparta (52) yang anaknya menjadi korban dugaan kasus pencabulan itu. Korban berinisial SA (13) dan Sya (13) dengan saksi Dedi Kurniawan. Sabtu, (16/2) sekira jam 09.30 WIB pelapor dan korban menyampaikan laporan ke pihak kepolisian.

Pada Selasa malam (26/2) tim Reskrim langsung mengamankan MD dan melakukan pemeriksaan. Informasi yang berkembang, oknum PNS yang menjabat sebagai Kepsek itu telah melakukan perbuatan tidak terpuji, 15 pelajar menjadi korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku dicabuli oleh MD di dua tempat, di kolam renang Kampung Sri Gading, Kecamatan Lubuk Dalam dan di Perpustakaan SDN 012 Kampung Buana Makmur, Dayun, Siak. “Kejadian pada hari tanggal bulan yang sudah tidak diingat lagi pada tahun 2018,” sambungnya.

Suparna mendapatkan informasi awal dari Dedi Kurniawan, yang saat kejadian selesai melaksanakan olahraga bersama-sama dengan anak didik SDN 012 Kampung Buana Makmur.”Pelapor diberitahu oleh dua orang muridnya yang mengatakan bahwa alat kelaminnya diraba dan dipegang oleh Kepala Sekolah pada saat mengendarai kendaraan. Tidak hanya itu, saat kamping serta pada saat berenang di kolam renang pada tahun 2018 lalu hal serupa dilakukan,” terangnya.

Dengan cepatnya cerita menyebar,15 orang tua wali murid SDN 012 mendatangi kantor Kepala Kampung Buana Makmur. kedatangan belasan orang tua wali tersebut guna memberitahukan anak mereka mengalami perbuatan yang sama, Untuk kemudian melapor ke Mapolres.

“Anu saya di pegang-pegangya, saat mandi di kolam renang,” kata salah seorang murid, yang diduga menjadi korban kasus ini.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H. Lukman mengaku timnya sudah turun melakukan investigasi di sekolah itu. Ia menjelaskan oknum Kepsek itu baru 2 tahun ditugaskan di SD Buana Makmur.

“Kami bersama BP3AKB dan P2TP2A Tadi pagi (kemaren,red) sudah turun ke sekolah itu. Meninjau sekaligus memastikan. Kasus ini sudah masuk ke proses hukum, jadi penanganannya kita percayakan kepada pihak kepolisian.” ujarnya

Untuk memastikan agar proses belajar dan mengajar tidak terganggu, sementara waktu Lukman selaku kepala dinas pelaksanaan harian sebagai Kepala Sekolah. “Kalau kasus yang menjerat Kepala Sekolah ini statusnya meningkat, kita tunjuk pelaksanaan tugas. Dan oknum kepsek itu dilepas dari jabatannya, selanjutnya kita ikuti undang-undang ASN,” kata Lukman.

Terkait pembinaan phisikologi kepada anak yang menjadi korban, dikatakan Lukman hal itu akan dilakukan oleh P2TP2A Kabupaten Siak.

Terpisah, Kepala P2TP2A Kabupaten Siak KH. Sofwan Saleh didampingi stafnya Yusrizal membenarkan adanya kasus dugaan pencabulan ini. Yusrizal menyampaikan, pihaknya sudah bertemu dengan 4 pelajar yang diduga menjadi korban. “Untuk penanganannya masih kita pelajari dulu, tahap awal kita harus menemui orang tuanya. Guna mengetahui apa dampak yang terjadi pada anak efek dari perlakuan tidak senonoh oleh oknum Kepsek itu. Setelah mengetahui apa dampaknya, baru kita bisa melakukan penanganan,” terangnya.

Menyesalkan

Plt Bupati Siak H Alfedri, M.Si mengaku sangat menyesalkan kejadian yang memalukan ini, menurut Alfedri, seharusnya guru mendidik dan menjaga murid nya agar terhindar dari hal yang merusak, dari kejahatan seksual atau pencabulan. Namun yang terjadi justru dugaan kasus pencabulan oleh oknum kepala sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Kabag Humas Setdakab Siak Wan Saiful Effendi melalui WhatsApp messenger. “Pak Plt Bupati Siak sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini, kata beliau, selaku pendidik seharusnya melindungi dan mendidik siswanya, ini malah diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswa” kata Wan Saiful Efendi.
Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Plt Bupati telah memerintahkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak untuk segera turun kelapangan bersama Inspektorat melakukan investigasi kasus.
“OPD terkait sudah diminta mengumpulkan fakta, sebagai dasar bagi pemerintah daerah mengambil langkah dan memberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku, apabila yang bersangkutan terbukti bersalah,” ujarnya.
Selain itu kata Wan Saiful, Plt. Bupati juga meminta P2TP2A Kabupaten Siak juga dilibatkan untuk mengadvokasi kasus tersebut. (Lam)

Comments

News Feed