oleh

Irwan: Pemuda Harus Ikuti Falsafah Kepemimpinan Hasta Brata

SELATPANJANG (HR)-Pengurus Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Meranti menggembleng anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Dari pelatihan itu diharapkan muncul pemimpin di tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan tersebut diadakan karena pentingnya pengkaderan calon pemimpin bangsa di tiap-tiap desa.

“Kegiatan ini merupakan bekal bagi generasi muda dalam menghadapi era digital. Sehingga dari acara ini dapat mewujudkan calon pemimpin di masing-masing desa dan kelurahan,” kata Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti Rayan Pribadi.

Dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan tersebut, peserta dibekali materi tentang wawasan kebangsaan, motivator menjadi seorang pemimpin, kerja kelompok dan kedisiplinan.

Dia juga mengatakan, saat ini sudah 80 persen Karang Taruna di desa sudah terbentuk dan pihaknya akan segera membentuk kepengurusan Karang Taruna kecamatan.

“Bulan Maret ini kita targetkan kepengurusan Karang Taruna kecamatan sudah terbentuk, nanti baru kita arahkan pembentukan Karang Taruna tingkat RT/RW,” kata Rayan.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir dalam pidatonya menyampaikan Karang Taruna merupakan organisasi yang luar biasa dan berbeda dengan organisasi lainnya.

“Saya sangat semangat dengan forum seperti ini, karena ditangan pemuda lah negara ini akan maju. Karang Taruna adalah organisasi yang sangat luar biasa dan berbeda dengan organisasi lainnya, saya tahu itu, karena saya anggota aktif di organisasi sosial ini,” ungkap Irwan.

Bupati yang meraih Aditya Karya Mahatva Yodha Award 2018 lantaran sukses sebagai pembina Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Meranti itu juga mengatakan melatih kepemimpinan dan peka terhadap lingkungan sosial itu sangat penting, karena menurutnya ilmu kepemimpinan tidak bisa diraih dalam waktu sekejap.

“Untuk jadi pemimpin harus dibangun dari diri sendiri dan dari pribadi yang terbaik yang bisa jadi contoh teladan bagi orang lain dan bisa menjadi panutan yang bisa mengarahkan kelompoknya untuk berbuat baik,” kata Irwan.

Irwan juga mengatakan, menjadi pemimpin itu tidak banyak tugas. Namun tugas yang paling berat adalah mengambil keputusan. Untuk itu Irwan menganjurkan untuk lebih banyak belajar pada filosofi kepemimpinan jawa yang lebih dikenal dengan falsafah Hasta Brata.

Hasta Brata adalah ajaran mengenai seni kepemimpinan yang didasarkan pada sifat-sifat unsur alam.

“Pemimpin itu tugasnya tidak banyak, namun tugas yang paling sulit adalah mengambil keputusan. Karena disana ada konsekwensi yang timbul, dimana dalam keputusan yang dikeluarkan sda orang suka dan tidak suka. Untuk itu kita perlu belajar mengenai seni kepemimpinan berdasarkan unsur alam yang dapat dijadikan pegangan manajemen kepemimpinan,” ungkap Irwan.

Lebih rinci Irwan menjelaskan seni kepemimpinan berdasarkan falsafah Hasta Brata. Dimana pemimpin harus bersifat seperti bintang. Bintang memiliki bentuk yang manis serta dapat menjadi pedoman bagi mereka yang kehilangan arah. Dalam hal ini pemimpin harus bisa menjadi pedoman perilaku rakyatnya, menjadi teladan serta panutan masyarakat.

“Bintang di langit itu dijadikan nelayan sebagai pedoman penunjuk arah. Untuk itu pemimpin yang baik harus bisa menjadi penuntun arah bagi pengikutnya,” kata Bupati.

Kedua, pemimpin harus bersifat seperti matahari. Matahari mempunyai sifat panas dan berfungsi sebagai pemberi energi bagi kehidupan. Maka seorang pemimpin haruslah berperilaku bagaikan matahari yang dapat memberikan semangat dan kehidupan bagi rakyatnya

“Matahari itu panas, ganas dan kuat tapi tidak mematikan. Dia juga bisa menjadi sumber energi,” kata Irwan.

Ketiga, menjadi pemimpin itu harus meniru filosofi bulan. Bulan itu indah dipandang serta mampu menerangi kegelapan malam. Seorang pemimpin harus berperilaku seperti bulan, memberikan penerangan dan membimbing rakyatnya yang berada dalam kegelapan.

“Bulan itu menerangi kegelapan malam. Bulan itu juga menyejukkan pandangan dan mengeluarkan sinar yang lembut,” ungkap Irwan.

Filosofi selanjutnya adalah Gunung yang diketahui tegar dan kuat, sebagai seorang pemimpin menurut Bupati jangan lari dari masalah tapi harus mampu menyelesaikannya.

“Seperti kata pepatah tidak kan lari gunung dikejar. Maka pemimpin itu harus seperti itu, jangan ketika ada masalah, pemimpin malah melarikan diri,” ujar Irwan.

Dan terakhir filosofi laut. Lautan yang bersifat luas mampu menampung segala jenis materi. Seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang luas serta sanggup menerima segala macam persoalan, sanggup menerima saran, kritik bahkan kecaman dan pandai mengendalikan diri.

“Pemimpin itu harus seperti laut. Dimana dibalik ketenangannya sulit mengukur kedalamannya. Seorang pemimpin juga harus memiliki wawasan yang luas bagaikan lautan tanpa batas. Intinya untuk jadi pemimpin itu tanyakan pada diri kita dulu, bercermin dulu apakah kita layak, karena setiap pemimpin pasti ada yang dipertanggung jawabkan,” ujar Irwan.

Dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ini dikuti sebanyak 127 orang yang terdiri dari 75 pengurus desa, 27 pengurus kelurahan dan 25 pengurus kabupaten. Dalam kegiatan ini juga dihadiri Sekjen Pengurus Karang Taruna Nasional (PKTN) Deden Sirajudin, SE.,MM, Srikandi Meranti, Hj Jahlelawati, dan mantan Gubernur Riau, H Wan Abu Bakar.(hrc/mel)

 

Comments

News Feed