oleh

Proyek RSUD Pelalawan Bermasalah Saat Proses Lelang

PELALAWAN (HR)-Proyek instalasi rawat inap THT, mata dan syaraf di RSUD Selasih Pelalawan yang saat ini bermasalah, ternyata saat proses lelang sendiri juga sudah bermasalah. Bahkan inspektorat Pelalawan sudah mengeluarkan surat rekomendasi agar segera putus kontrak.

Proses lelang sendiri pada Juli tahun lalu dimana PT Satria Lestari Multi keluar sebagai pemenang. Seusai pemenang lelang diputuskan, Pesaing PT Satria Lestari Multi, PT Pulung membuat sanggahan.

PT Pulung membuat laporan ke inspektorat Pelalawan yang berisi PT Satria Lestari Multi melanggar aturan proses lelang. PT Pulung menyertakan berbagai bukti kecurangan PT Satria Lestari Multi.
“Inspektorat membuat Pemsus (penyelidikan khusus) atas laporan PT Pulung itu,” kata sumber yang mengetahui permasalahan proyek ini, Jumat (8/3).

Hasil Pemsus Inspektorat Pelalawan menemukan ada pelanggaran aturan yang dilakukan PT Satria Lestari Multi.

Sehingga inspektorat mengeluarkan surat rekomendasi ke Bupati Pelalawan HM Harris agar proyek tersebut segera diputus kontraknya. Ini diperkirakan terjadi antara Agustus sampai September 2018.

Bupati Pelalawan merespon surat rekomendasi Inspektorat tersebut dengan mengeluarkan surat yang berbunyi proyek harus putus kontrak. Surat ini diserahkan ke Dinas Kesehatan dan RSUD Selasih Pelalawan.

Namun, surat bupati direvisi lagi. Inti surat revisi berbunyi agar mempertimbangkan putus kontrak.
Hingga kini, tidak ada putus kontrak dan proyek masih berlanjut hingga 22 Maret nanti sebagai batas perpanjangan proyek. Proyek pun bermasalah karena dipastikan tidak akan selesai hingga batas waktu perpanjangan.

Bukan hanya saat tender 2018. Tender 2017 juga bermasalah. Proyek ini memang sudah direndam sejak 2017 lalu dengan menggunakan sumber dana yang sama yakni Dana Alokasi Khusus (DAK)
Periode 2017, tiga kali tender namun gagal mendapatkan pemenang. Pada 2018, tender pertama juga gagal. Barulah tender kedua didapat pemenang. PT Pulung sendiri sudah ikut dari awal dalam proses lelang.

Kabag Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Pelalawan periode 2017 hingga Mei 2018, Sugeng Wiharyadi membantah bila ada masalah saat tender proyek ini do 2017.

“Enggak ada masalah sejak 2017. Memang tidak ada pemenang saat itu,” kata Sugeng Wiharyadi.
Kabag ULP saat ini Budi Rahmatsyah. Saat Budi inilah tender proyek ini didapat pemenangnya. Kepada Tribunpekanbaru.com, Budi membantah ada prosedur yang salah dilakukan PT Satria Lestari Multi saat proses tender.

“Semua seusai aturan. Tidak ada aturan yang dilanggar,” kata Budi, Jumat (8/3).

Soal laporan PT Pulung ke Inspektorat, Budi mengaku mendengarnya. Begitu juga dengan surat rekomendasi inspektorat yang meminta proyek segara diputus kontrak karena saat proses lelang, perusahaan pemenang melanggar aturan.

Kepala Inspektorat Pelalawan Irsyad membenarkan soal adanya aduan PT Pulung. Begitu juga dengan surat rekomendasi ke bupati Pelalawan pemutusan kontrak. Awalnya Irsyad mempertanyakan dari mana Tribunpekanbaru.com mengetahui informasi tersebut.

“Ada pelanggaran saat proses lelang. Makanya kita buat pemeriksaan dan keluarlah rekomendasi putus kontrak itu,” kata Irsyad, Sabtu (9/3).

“Kenapa surat dari pak bupati sampai direvisi, saya kurang tau. Saya hanya anak buah yang menjalankan tugas saja,” ucapnya.

Yang penting, terangnya, pihaknya melakukan pemeriksaan hingga mengeluarkan rekomendasi, tidak dipengaruhi pihak lain. Pihaknya bekerja secara profesional.(ptc)

Comments

News Feed