oleh

Syamsuar Pidato Perdana di DPRD Riau

Pekanbaru (HR)-Untuk pertama kalinya, Gubernur Riau, Syamsuar menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Riau untuk menyampaikan pidato perdananya sebagai Gubernur di hadapan anggota DPRD Riau.

Saat menyampaikan pidatonya, Gubernur menyampaikan persoalan di Riau dan visi misinya, dan juga menyinggung rendahnya kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat di Riau, Senin (11/3).

Mengawali sambutannya dengan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Riau, karena telah memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah meneruskan estafet kepemimpinan di negeri Melayu ini dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Riau lima tahun ke depan 2019 sampai dengan 2024.

“Saya bersama Wakil Gubernur Bapak Edy Natar Nasution untuk terlebih dahulu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Riau yang memberikan kepercayaannya kepada kami untuk mengemban amanah meneruskan estapet kepemimpinan di negeri Melayu ini dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Riau 5 tahun kedepan 2019 sampai dengan 2024,” ujar Syamsuar.

Ia menyampaikan periode kepemimpinannya 2019 sampai dengan 2024 ini merupakan periode keempat atau periode terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau 2005-2025.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan di Provinsi Riau. “Pada periode ini kami akan tetap melanjutkan dan meningkatkan program-program pembangunan pro masyarakat yang telah dirintis oleh pendahulu kami, dan kami akan terus melakukan pembenahan dan penyelesaiaan,” jelasnya.

Sementara itu, yang menjadi perhatian Gubernur di antaranya, jalan dan jembatan. Ia menyoroti pada tahun 2017 panjang jalan provinsi 2.799 kilometer, dengan kondisi rusak sedang sampai rusak berat mencapai 55,18 persen. Sedangkan jenis konstruksi perkerasan jalan sub standar. Baik itu kerikil, tanah atau belum tembus mencapai sebesar 34,58 persen. Indeks aksesibiltas rata-rata tingkat provinsi 0,49, dengan kategori rendah.

“Indeks aksesibiltas rata-rata per kabupaten kota sangat rendah sampai rendah kecuali di Kota Pekanbaru yang tinggi dan Dumai kategori sedang,” ujarnya.

Gubri menilai, kondisi ini belum sesuai dengan parameter kinerja Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk indeks aksesibiltas provinsi Riau. Oleh karena itu, sebut Syamsuar, perlu penambahan panjang jalan sesuai dengan kebutuhan terutama mendukung program prioritas dan pengembangan potensi wilayah

“Seperti ruas jalan yang menunjang konektivitas ke destinasi wisata, kawasan strategis nasional dan provinsi, kawasan pesisir dan perbatasan, kawasan sumber bahan baku industri, membuka keterisoliran serta tematik lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan Syamsuar, untuk mencapai semua itu, diperlukan strategi dan arah kebijakan untuk peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur dasar dan pembangunan berwawasan lingkungan.
“Seperti membangun konektifitas, memantapkan jalan dan jembatan serta pelabuhan sistem jaringan transportasi yang terintegrasi,” katanya.

Sinergitas

Sementra itu, Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli, berharap agar sinergitas yang dibangun antara lembaga eksekutif dan legislatif dapat menjadikan pembangunan Riau lebih baik lagi ke depannya. Menurutnya Banmus sudah menjadwalkan paripurna pidato sambutan Gubri masa bakti 2019-2024.

“Ini sudah dijadwalkan di Banmus, kami berharap agar visi-misi yang disampaikan bapak Syamsuar-Edy bisa dilaksanakan. Apa yang sudah menjadi komitmen benar-benar menjadi pedoman dan dapat diwujudkan,” kata Septina.

Turut hadir pada rapat Paripurna, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, ketua dan Wakil Ketua DPRD Riau, anggota DPRD Riau, unsur Forkopimda, jajaran pejabat tinggi pratama Dilingkungan Pemprov Riau, dan undangan lainnya.(nur)

Comments

News Feed