in ,

Anto Rachman Layangkan Surat Permohonan Maaf Kepada FPI dan Habib Rizieq

Anto Rachman menandatangani surat permohonan maaf kepad FP dan Habib Rizieq

Pekanbaru (HR) Majlis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Riau melakukan konferensi pers dan melontarkan permohonan maaf tertulis yang ditujukan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq Shihab atas ujaran yang dipelintir pada video viral yang beredar beberapa waktu lalu.

Saat jumpa media, Ketua MPW Pemuda Pancasila Riau Asyadianto Rahman turut hadir dalam pertemuan tersebut. Begitu pula ketua MPO PP Yoyok Wardoyo serta Ketua MPC PP Kota Pekanbaru Iwan Panca terlihat pada pertemuan yang di kantor sekretariat Srikandi Pemuda Pancasil jalan Wolter Mongonsidi No.3 Pekanbaru.

Loading...

Pada pertemuan tersebut, Anto Rahman menandatangani surat permohona maaf dan tidak berniat menyinggung siapapun . ” Saya atas nama pribadi dan MPW PP Riau meminta maaf kepada Habieb Rizieq, FPI dan umat Islam secara umum. Kami tidak pernah mengeluarkan satu penyataan pun tentang islam,” ujarnya dihadapan para wartawan.

Karena menurutnya Islam alisan keras dan radikal bisa mengacam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka pihaknya Pemuda Pancasila wajar menyampaikan untuk menjaga NKRI, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Ideologi Pancasila.

“Kami Pemuda Pancasila ini benteng untuk mengawal NKRI, UUD 1945 dan Pancasila, maka kami tidak ada menyebutkan peperangan dengan umat Islam. Tapi meski video itu diedit, kami menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam,” tandasnya.

Untuk itu, MPW PP Riau juga akan mengirim surat permohonan maaf kepada Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan seluruh keluarga besar FPI dalam waktu dekat.

Ketua MPO MPW Pemuda Pancasila Riau, Yoyok Wardoyo menjelaskan, segala yang beredar tersebut merupakan fitnah kepada PP. Terlebih, Para pengurus merupakan muslim. Penyataan tersebut ada yang merubah untuk memecah belah.

” Tidak ada sepatah katapun yang dikatakan bung Anto Rahman seperti yang beredar, karena kita ini orang muslim, jadi tidak mungkin hal tersebut keluar. Namun hal ini sengaja dirubah untuk merubah dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ungkap Yoyok.

Sebelum mengakhiri, Yoyok memberikan pesan kepada seluruh kadernya agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan hal-hal yang bersifat negatif. ” Kepada keluarga besar Pemuda Pancasila, jangan terjebak dan terpancing dengan isu-isu itu,” tutupnya.

Permasalahan ini bermula ketika ada penyebaran berita bohong melalui grub whatsapp fungsionaris MPW PP Riau yang berisi 117 anggota yang terjadi pada hari Selasa, 12 Maret 2019. Pada saat itu seseorang pria yang berinisial nama J, yang juga merupakan salah satu anggota grub, mengirimkan sebuah video yang berisi pidato Arsadianto Rachman pada tanggal 9 Maret 2019 di Hotel Resty Menara Pekanbaru.

Namun, pidato tersebut merupakan video yang diedit dan terdapat tulisan “Pemuda Pancasila Riau Nyatakan Perang Terhadap Islam” yang sebenarnya tidak ada sama sekali disebutkan atau dibuat pada saat berlangsungnya pidato tersebut. (riz)

Comments

Tempat Makan Unik Bernuansa Otomotif

Prabowo Singgung Sejumlah Isu Penting