oleh

DPRD Riau Dorong Realisasi Pendidikan Gratis

PEKANBARU (HR)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau terus mendorong realisasi pendidikan gratis di Provinsi Riau. Saat ini, para wakil rakyat itu tengah menyiapkan landasan hukum untuk merealisasikan hal itu.

Itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman kala menjadi Pembina Upacara di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Pekanbaru, Jalan Segar Nomor 40 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Selasa (12/3). Kegiatan yang dilaksanakan pagi hari itu dihadiri kepala sekolah, guru, dan seluruh pelajar.

Dalam sambutannya Noviwaldy menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaran upacara yang menurut dia berjalan sangat tertib. Ia juga sempat memberikan arahan kepada siswa-siswi yang saat ini sudah menginjak remaja. Terutama mengenai program pemerintah dalam menegakkan generasi muda terencana.

“Generasi muda harus bisa membuat zero pernikahan dini agar keluarga yang dibentuk nanti bisa siap secara mental dan capai angka kebahagiaan yang baik. Karena keluarga yang bahagia akan menghasilkan ketahanan negara yang kuat, masa depan generasi yang cerah bagi calon calon pemimpin bangsa,” sebut Noviwaldy Jusman dalam amanatnya.

Ia menekankan zero seks pranikah bagi generasi muda yang ada saat ini belum layak. Karena kurang bekal dan rasa tanggungjawab, juga sangat diharamkan oleh semua agama. Kepada para pelajar ia menyebut bahwa dalam usia saat ini mereka belum siap mental dan kontrol terhadap masalah tersebut.

“Hindari berdua-duaan apalagi nongkrong-nongkrong di tempat tempat gelap di Kota Pekanbaru ini. Jauhi perilaku itu. Saya mohon jauhi, mulai dari sekarang,” pinta Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Dedet.

Dedet juga memberi pesan agar generasi muda bisa terbebas dari bahaya narkotika. Karena jika sekali saja mencoba, maka ketergantungan terhadap obat terlarang itu akan sulit dihentikan.

“Makanya jangan pernah coba-coba. Harus bisa zero napza dan zat adiktif lainnya. Karena akan menghasilkan pemimpin yang teler. Tak terbayang jika pemimpin teler ini akan membuat pemimpin ini ugal-ugalan dalam memimpin negaranya juga wakil rakyat yang ugal ugalan akan menimbulkan kehancuran,” terang dia.

Dalam kesempatan itu, Dedet juga menyampaikan keinginan untuk membuat program pendidikan gratis. Bahkan nanti SPP diharapkan bisa gratis. Buku disediakan dan dipinjamkan. Guru-guru honor akan disesuaikan penghasilannya yang layak sesuai Undang-undang (UU). Karena menurut dia, guru adalah pahlawan.

Dirinya bersama seluruh anggota DPRD Riau sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong program sekolah gratis bisa segera terwujud. Bahkan pihaknya telah menyiapkan landasan aturan berupa peraturan daerah.

“Ke depan akan kami perjuangkan agar guru-guru honor ini diangkat jadi pegawai,” pungkas Dedet.
Usai memimpin upacara, Dedet berkesempatan meninjau lokasi sekolah. Dirinya merasa senang mendapati laboratorium, musala, pustaka di SMA Negeri 11 Pekanbaru tidak dialih fungsikan.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kepala sekolah. Guru-gurupun tak mau ketinggalan meminta pertemuan khusus yang dihujani dengan ajang curhat para guru. Kegiatan ditutup dengan permintaan foto oleh guru-guru.(ADV)

Comments

News Feed