oleh

Kemendagri Gelar Forum Dialog Kebangsaan untuk Pileg & Pilpres Aman, Damai dan Tertib

Pekanbaru (HR) Kementrian Dalam Negeri melalui Direktorat Jendral Politik dan Pemerintahan umum menyelenggarakan dialog kebangsaan tentang revitalisasi nilai-nilai luhur bangsa dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di Propinsi Riau pada Kamis (14/3) di Hotel Alpha Pekanbaru.

Dalam acara tersebut, Direktur Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dr. Prabawa Eka Soesanta,S.Sos.,M.Si turut hadir serta memaparkan sejumlah materi terkait wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila. Selain itu, sejumlah narasumber kaliber Nasional juga turut dihadirkan, Lif Fikriani MA, Dr. Andi Yusran yang merupakan pengamat politik, serta Drs Chairul Rizki Kepala Kesbangpol Riau.

saat diwawancara secara khusus oleh Haluan Riau, Prabawa menyinggung soal tahun politik yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Masyarakat cendrung dipolarisasi terhadap 2 kubu antara 01 dan 02, padahal Pemilu ini adalah ajang mencari nahkoda baru untuk 5 tahun kedapan.

“Pemilu ini tujuannya mencari pemimpin baru yang akan membawa Indonesia menggapai tujuannya sesuai amanat undang-undang yakni, merdeka, bersatu, berdaulat,adil dan makmur. tapi kenyataannya saat ini masyarakat cendrung terkotak-kotak karena pilihannya. ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut Prabawa mengatakan, Riau memang sengaja dipilih untuk tempat forum dialog kebangsaan. “Kita bukan mau mengajari Riau tapi justru kita yang belajar dari Riau. Karena Riau telah banyak memberi kontribusi bagi negara, termasuk bahasa melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia dan lahirnya tokoh Nasional semisal Sultan Syarif Kasim. Semangat kedamaian pun di Riau masih tinggi,” ungkap Prabawa.

Untuk itu dirinya berpesan, menghadapi pemilu mendatang, masyarakat harus kembali kepada 4 konsensi dasar, yaitu undang-undang 1945, Pancasila,NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
” Memilih itu harus berdasarkan sila ke 4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Hikmat mewakili akal sehat, kebijaksaan mewakili hati nurani,” pesannya.

Terakhirnya Prabawa berharap, setelah kegiatan ini masyarakat Riau dapat menyebarkan pesan kedamaian menjelang pemilu. ” Setelah ini kami berharap peserta kembali ke masyarakat dan menyebarkan pesan kedamaian, karena orang Riau cinta kedamaian,” tutupnya

Sedangkan 3 narasumber lainnya, membahas terkait hak dang kewajiban warga negara, pelaksanaan hak politik dalam bernegara serta pemberdayaan kearifan lokal guna memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

Peserta yang dihadirkan berasal dari berbagai tokoh lintas agama dan organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia,FKPPI Riau, gerakan kepanduan Pramuka serta organiasasi lainnya di Riau.(riz)

Comments

News Feed