in

KPPBC Bengkalis Musnahkan Barang Bukti Selundupan

Ribuan barang sitaan berbagai jenis dari KPPBC Tipe Madya C dimusnahkan di halaman pos Bea Cukai Selatpanjang, Rabu (13-03).

SELATPANJANG (HR)-Ribuan Barang Sitaan berbagai jenis dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya C dimusnahkan di Halaman Pos Bea Cukai Selatpanjang, Rabu (13/3) siang.

Pemusnahan dilakukan dengan cara digilas dengan alat berat, selain itu pemusnahan juga dilakukan dengan cara dibakar. Barang sitaan yang dimusnahkan ini merupakan hasil tangkapan KPPBC tahun 2018 dan pelimpahan penyitaan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pekanbaru tahun 2017.

Loading...

Pemusnahan disaksikan langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim, Kepala Kantor KPPBC TMP C Bengkalis, Mochammad Munif, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Junaidi, Kantor Wilayah DJBC Riau, Agustinus Catur, Kabag Ops Kepolisian Resor Kepuluan Meranti (Polres) Kompol Joni Wardi, BBPOM Pekanbaru, Afrizal, dan KPKNL Dumai, Indra Sabar.

Kepala Kantor KPPBC TMP C Bengkalis, Mochammad Munif dalam konferensi pers menjelaskan, barang yang dimusnahkan memiliki nilai sekitar Rp.884.719.000. Dengan potensi kerugian negara senilai Rp.341.606.373.

Lebih rinci munif memaparkan jumlah barang sitaan yang di musnahkan diantaranya rokok berbagai merk sebanyak 339.320 batang, dengan nilai Rp.137.487.000. Kerugian negara Rp.132.905.712.

Kemudian Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berjumlah 582 liter, dengan nilai Rp.55.710.000, Handphone berjumlah 125 unit, dengan nilai Rp.100.000.000, Notebook berjumlah 90 unit, dengan nilai Rp.135.000.000, makanan dan minuman berjumlah 3960 package, dengan nilai Rp.456.522.000.

Munif mengatakan, barang sitaan yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti penyelundupan. Di mana sebagian merupakan hasil penyitaan yang dilakukan aparat penegak hukum, tidak hanya kepabeanan juga dari Kepolisian maupun TNI. Ribuan barang sitaan yang dimusnahkan ini tanpa tersangka. Karena saat penggeledehan barang sitaan dari penengak hukum tersangka tidak ditemukan. “Berkali-kali kita lakukan penindakan tidak pernah kita temukan pemilik barangnya. Adapun barang – barang seperti rokok dan alat elektronik ini kita amankan dari kapal penumpang dari Batam, Kepulauan Riau,” kata Munif.

Lebih lanjut dijelaskan, pemusnahan barang milik negara ini Satker dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang telah ditetapkan dan diamanat dalam Undang-undang No. 17 tahun 2006 Tentang Kepabean, dan Undang-undang No. 39 tahun 2007 Tentang Cukai. “Dalam menjalankan tugas sebagai Community Protector, yaitu melindungi masyarakat dari barang-barang Impor illegal yang dianggap mengganggu dan membahayakan masyarakat. KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis akan mewujudkan tugasnya dalam bentuk pemusnahan barang-barang tersebut,” ujarnya.

Diakui Muhammad Munif, pemusnahan yang dilakukan oleh KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis telah mendapatkan persetujuan pemusnahan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. “Barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak yang tidak mematuhi peraturan sehingga apabila barang-barang tersebut lolos maka akan menimbulkan kerugian material,” jelasnya.

Bahkan, kata Munif, hal ini bisa merusakkan kesehatan lingkungan, terancamnya stabilitas pasar dalam negeri khsususnya produksi barang sejenis, serta timbulnya persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada undang-undang kepabeanan dan cukai. “Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai Bengkalis berperan mengamankan penerimaan negara dibidang kepabeanan dan cukai, sektor industri dalam negeri, dan kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim, mengaku sangat mendukung kegiatan pemusnahan barang bukti Bea Cukai tersebut dalam rangka melindungi masyarakat dari barang import ilegal yang berhaya bagi kesehatan dan menjaga stabilitas pasar dalam negeri khususnya di Kepulauan Meranti. “Ini berkat kerjasama yang baik berbagai pihak sehingga bisa mengamankan barang yang tidak boleh beredar. Jika barang ini lolos banyak hal yang tidak kita inginkan, semoga kedepannya banyak lagi mengamankan barang ilegal terutama barang- barang seperti minuman keras, sabu-sabu dan barang haram lainnya. Meranti ini sangat rawan, karena berada di gerbang utama pelayaran internasional,” ujar Said.

Said juga menjelaskan keterkaitan yang erat antara Meranti dengan Tanjung Balai, Provinsi Kepri dan negara tetangga dalam memasok barang pangan, makanan dan minuman khususnya saat pelaksanaan iven dan hari besar keagamaan dan lainnya. Untuk itu Wakil Bupati meminta kebijakan dari Bea Cukai dan instansi vertikal terkait lainnya untuk tetap bersikap tegas namun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang makanan, buah dan minuman dari luar Meranti.(hrc)

Comments

Capella Honda Kembali Gelar Gathering Frontline People Honda Riau

City Melaju Kencang Menuju 8 Besar