oleh

Prabowo Singgung Sejumlah Isu Penting

PEKANBARU (HR)-Sejumlah isu disinggung dalam Orasi Kebangsaan yang disampaikan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (13/3). Termasuk isu ekonomi yang selalu digaungkan capres yang diusung Koalisi Adil Makmur tersebut.
Mantan Danjen Kopassus itu menyambangi Kota Bertuah dalam masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Pantauan di lapangan, Prabowo tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah pengurus partai koalisi, dan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau serta ribuan pendukungnya, siap melakukan penyambutan.
Sesampai di VVIP Lancang Kuning, Prabowo yang saat itu mengenakan kemeja warna krem langsung dipasangkan tanjak dengan warna keemasan oleh pengurus LAM.

Prabowo kemudian berjalan santai meski disesaki pendukungnya. Prabowo juga menyalami pendukungnya yang didominasi oleh kaum emak-emak yang mengadangnya di pintu keluar VVIP.
Rombongan Prabowo dengan diiringi enam pasukan berkuda, berangkat menuju lokasi kampanye di Gelanggang Remaja Pekanbaru.

Sesampai di lokasi acara, sekitar pukul 10.45, telah menanti pula ribuan pendukung. Prabowo yang menaiki mobil Alphard putih, Prabowo langsung keluar melalui sunroof dan melambaikan tangannya menyapa warga.

Mobil yang ditumpanginya itu berhenti beberapa meter dari pintu masuk Gelanggang Remaja. Dengan menaiki pundak ajudannya, Prabowo dibawa menembus kerumunan pendukungnya. Saat itu, Prabowo terus menyalami dan melambaikan tangan ke arah pendukungnya.

Tidak hanya di luar, ribuan orang juga telah memenuhi Gelanggang Remaja. Seluruh tribun dipenuhi warga. Bahkan di tengah gelanggang, sepertinya tak mampu menampung kehadiran warga yang datang dari seluruh daerah yang ada di Provinsi Riau.

“Kalau begini (banyaknya pendukung,red), rasanya tanggal 17 April nanti,” kata Prabowo mengawali orasinya. Tiba-tiba saja perkataannya itu terhenti karena ribuan warga langsung meneriakkan kata menang. Gelanggang Remaja pun bergemuruh.

Menurutnya, dengan tingginya antusias warga tersebut, membuktikan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan. “Saya melihat rakyat Indonesia sudah bangkit. Rakyat Indonesia sudah tidak mau dibohongi lagi,” lanjut Ketua Umum (Ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Prabowo kemudian mulai memaparkan sejumlah isu yang menjadi fokus pihaknya dalam Pilpres tahun ini. Dikatakannya, saat ini Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir elit.

“Elit-elit di Jakarta yang hatinya sudah beku yang selalu mengira dan berharap serta merekayasa agar rakyat Indonesia bodoh terus. Mereka mengatakan jika rakyat kita dikasih duit sedikit, bisa diatur, dan mereka mencuri kekayaan kita,” katanya bersemangat.

“Sebagai contoh dan bukti, lihat Provinsi Riau sendiri. Saya bertanya, apa yang tidak ada di Riau ini? Kelapa sawit paling banyak di Riau, karet, hutan kayu, minyak,” sambung dia yang kembali disambut teriakan Prabowo memang oleh ribuan pendukungnya.

Meski memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun katanya, masyarakat Riau masih jauh dari kata sejahtera. “Tapi kalau saya lihat tampang-tampang kalian, kayaknya banyak di antara kalian masih sulit mendapatkan pekerjaan,” sebutnya. Pernyataan itupun disambut teriakan betul oleh ribuan warga.

Melihat kondisi itu, Prabowo menegaskan bahwa elit di Jakarta telah gagal mengelola perekonomian bangsa. Mereka, katanya, membiarkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.
“Di mana keuntungan dari kelapa sawit itu? Di mana keuntungan karet itu? Di mana keuntungan semua hasil tambang, minyak dan gas itu?,” tanya Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo mengangkat isu soal banyaknya pejabat yang melakukan korupsi. “Kalau minta bukti, tanya aja sama KPK,” imbuh dia.

Dalam helat demokrasi tahun ini, Prabowo didampingi Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden. Nama yang disebut terakhir itu, bukan lah sosok yang asing bagi warga Riau. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta berdarah Gorontalo itu, merupakan putra kelahiran Rumbai, Pekanbaru.

Tak ayal saat namanya mulai disebut Prabowo, kembali Gelanggang Remaja bergemuruh.
“Alhamdulillah calon wakil saya itu, kalau di Riau dia ngakunya anak Riau. Kalau di Gorontalo ngakunya anak Gorontalo. Kalau di Betawi, (dia) mantunya orang Betawi,” canda Prabowo.

Prabowo kemudian memuji sosok Sandiaga Uno sebagai tokoh muda yang sukses dan potensial. “Yang jelas dia muda, ganteng. Dia juga pinter dan dia kaya. Lebih kaya dari kalian semua. Tapi kayanya halal, tidak dari mencuri, korupsi. Dan yang penting dia juga cerdas,” begitu kata-kata pujian yang keluar dari mulut Prabowo untuk Sandiaga Uno.

Sosok seperti ini lah, lanjut Prabowo, harus dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Dirinya bersama tokoh-tokoh yang mendukungnya, bertekad untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, semangat, dan cinta tanah air, serta memiliki akhlak dan keimanan yang baik pula. “Itu tekad kami semua,” yakin dia.

Selain itu, dia juga mengatakan jika mendapat mandat dari rakyat Indonesia dalam Pilpres tahun ini, pihaknya akan bekerja dengan keras, membentuk pemerintahan yang bersih, yang bebas dari korupsi.

“Kami akan mencari putra putri terbaik Indonesia. Kami akan cari mereka yang pintar, pandai, cerdas, handal, tapi juga hatinya bersih, jujur, ingin berbakti dan mengabdi. Tidak memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Insyaallah kita akan menerima mandat tersebut,” katanya. “Aamiin,” begitu teriakan ribuan warga menyambut perkataan Prabowo itu.

Dia juga menyoroti informasi yang dianggapnya kerap menyajikan data yang tidak berimbang. Itu menurutnya, dikarenakan pihaknya tak memiliki sumber daya pendanaan yang besar dalam menghadapi pesta demokrasi ini.

“Meski tak punya duit, tak punya media, balihonya sedikit, tak mampu bagi-bagi kaos. Tapi saya katakan yang penting baliho kami ada di hati rakyat Indonesia,” tegasnya.

“Saya katakan, hei kau elit di Jakarta. Jangan kau kira bisa menyogok rakyat. Jangan kau kita bisa menipu rakyat kita terus menerus. Jangan kau kira bisa membeli negara ini. Kami sampaikan, mungkin kami tidak bisa memberi uang saksi kepada kalian,” sambung dia lebih lanjut.
Kembali ke harapannya memimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang. Dia menegaskan akan memberantas mafia proyek.

“Untuk apa punya infrastruktur kalau infrastruktur tidak bermanfaat bagi rakyat,” bebernya.
Dia juga berjanji akan memperbaiki perekonomian bangsa, dengan menjaga harga-harga barang tetap stabil.

“Kita akan tingkatkan penghasilan para petani kita. Kita akan menjaga harga komoditas, harga kelapa sawit, harga karet kita jaga agar tidak jatuh. Kalau jatuh, pemerintah akan beli,” sebutnya.
“Saya sudah punya strategi. kami akan memperbaiki ekonomi dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Akan turunkan harga listrik, harga daging. Kami akan yakinkan seluruh rakyat, kita bisa membeli makan dengan harga yang terjangkau,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dia juga berjanji akan meningkatkan penghasilan masyarakat. “Guru-guru honorer kita akan kita perbaiki gajinya. Perawat, dokter, bidan akan kita jamin penghasilannya. Pegawai negeri akan kita perbaiki gajinya. Polisi, tentara, jaksa hakim, intelijen,” papar dia.

“Saya kalau jadi presiden, akan saya besarkan kepolisian dan tentara kita. Bukan untuk menakut-nakuti negara lain. Tapi untuk menjaga kekayaan negara kita. Untuk menjaga tanah air kita,” pungkasnya.

Tepat pukul 12.00 WIB, Prabowo mengakhiri orasinya. Sebelum meninggalkan lokasi kampanye, Prabowo kembali menyapa pendukungnya.

Saat hendak meninggalkan arena kampanye, dia kembali menaiki pundak ajudannya. Melihat hal ini, ribuan warga menyerbunya untuk bisa bersalaman dan berswafoto.

Tak beberapa jauh, telah menanti kendaraannya yang akan membawa dia ke bandara untuk menuju Provinsi Kepulauan Riau.***(Dodi Ferdian & Fauzi)

Comments

News Feed