oleh

UMRI Hadirkan Panglima TNI Dalam Diskusi Nasional

Pekanbaru (HR) – Universitas Muhammadiyah Riau gelar diskusi nasional bersama panglima TNI Republik Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Di Universitas Muhammadiyah Riau.

UMRI gelar diskusi nasional sekaligus pembukaan pekan olahraga sains dan seni (POSSE) tahun 2019 sempena milad umri ke-11 yang dibuka oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Diskusi yang dilaksanakan pukul 15.30 WIB molor dari jadwalnya menjadi pukul 17.45 WIB.

Pelaksanaan molor karna perjalan narasumber dari bandara ke kampus UMRI. Acara ini di hadiri oleh mahasiswa, polisi, tni, dosen, serta beberapa media. Diskusi nasional ini bertema peran mahasiswa dalam merawat persatuan dan kesatuan di era revolusi 4.0 berjalan dengan lancar.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan Indonesia merupakan negera besar, maka dari itu penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Negara kita itu besar, Jika kita tidak memperhatikan informasi yang kita dapat atau mempercayai informasi yang tidak benar, kita bisa terpecah belah. Maka dari itu mahasiswa harus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa yang saat ini sudah berada di era teknologi informasi revolusi 4.0,” ungkapnya dalam pidato singkat pada diskusi nasional.

Rektor universitas Muhammadiyah Riau Mubarak mengatakan sebagai golongan terpelajar, mahasiswa harus pandai menyaring informasi sebelum menyebarkan. “Sebagai mahasiswa, jangan langsung mempercayai sebuah informasi. Apalagi jika informasi itu belum jelas. Sebaiknya kita saring dahulu informasi yang kita dapatkan, jangan sampai mempercayai informasi hoax,” tuturnya.

Salah satu mahasiswi UMRI mengatakan, adanya diskusi ini dapat menambah dan membuka pola fikir mahasiswa khususnya dalam menanggapi dan menangani sebuah informasi.

“Diskusi ini sangat bagus, hanya saja waktunya terlalu singkat. Sebagai mahasiswi lebih bisa membuka pola fikir bagaimana caranya kita mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa di era revolusi ini agar negara tak terpecah belah. Karna jika negara ini pecah, siap-siap ada yang membeli,” ujar Risky (Yul)

Comments

News Feed